Kuningan, Kontroversinews | Adanya sejumlah laporan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Kuningan yang telah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI namun dinilai belum menunjukkan tindak lanjut, memicu kekecewaan sejumlah elemen masyarakat.
Rabu (20/5/2026), sejumlah elemen masyarakat Kuningan berkumpul di salah satu kafe dan resto untuk membahas rencana aksi demonstrasi ke Gedung KPK RI di Jakarta. Aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk dorongan agar laporan-laporan yang telah disampaikan segera ditindaklanjuti secara serius.
Salah satu koordinator rencana aksi menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali melaporkan berbagai dugaan kasus korupsi di Kuningan ke KPK RI, lengkap dengan sejumlah bukti pendukung yang dinilai cukup kuat untuk ditindaklanjuti.
“Sudah berbulan-bulan kami melaporkan berbagai kasus di Kuningan ke KPK RI dengan berbagai bukti yang kami anggap cukup. Kami juga sudah beberapa kali diwawancarai, baik secara langsung di KPK maupun melalui telepon oleh tim KPK RI. Namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata terhadap laporan kami,” ujarnya.
Menurutnya, aksi demonstrasi ke Gedung KPK RI menjadi langkah lanjutan agar laporan masyarakat tidak hanya berhenti sebatas administrasi.
“Oleh sebab itu, bersama elemen masyarakat yang peduli terhadap Kuningan agar bersih dari mafia koruptor, kami akan segera melayangkan surat pemberitahuan aksi dan turun langsung melakukan demonstrasi di Gedung KPK RI. Sudah saatnya laporan kami didorong dengan aksi nyata agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia juga menilai bahwa kondisi di Kuningan saat ini tidak lagi cukup hanya dengan sosialisasi pencegahan korupsi, melainkan membutuhkan tindakan nyata dalam penegakan hukum.
“Kuningan bukan saatnya lagi hanya sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi, tetapi sudah saatnya bersih-bersih dari dugaan korupsi,” tambahnya.
Hal senada disampaikan peserta aksi lainnya. Menurutnya, masyarakat memahami bahwa penanganan kasus di KPK berbeda dengan aparat penegak hukum lainnya karena menyasar kasus-kasus besar. Namun, mereka berharap laporan yang telah disampaikan mendapat perhatian serius.
“Kami memahami penanganan kasus di KPK mungkin berbeda dengan aparat penegak hukum lainnya karena targetnya bukan kasus kecil. Tetapi melihat laporan dan bukti-bukti yang sudah kami lampirkan, seharusnya ada keseriusan dari KPK RI untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di Kuningan. Nilainya sudah ratusan miliar rupiah,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, massa aksi yang akan berangkat ke Jakarta diperkirakan mencapai tiga bus, ditambah masyarakat Kuningan yang berada di Jakarta dan ingin ikut bergabung dalam aksi tersebut.
“Kami siap turun melakukan aksi dan orasi di Gedung KPK RI. Ini merupakan bentuk peringatan keras bahwa masyarakat Kuningan menginginkan adanya tindakan nyata dari KPK RI, bukan sekadar laporan yang menumpuk menjadi arsip,” pungkasnya.