Kab. Bandung,
| Pembangunan proyek saluran drainase di Jalan Raya Bojong Kukun, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, menuai keluhan dari warga setempat. Selain kualitas pengerjaan yang dinilai buruk dan terkesan asal jadi, proyek tersebut juga disorot karena tidak dilengkapi papan informasi, sehingga diduga sebagai "proyek siluman".
Berdasarkan pantauan lapangan pada Kamis (16/04), proyek pengerjaan drainase jenis u-ditch sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut diduga tidak menggunakan material sesuai standar. Beberapa bagian dinding drainase bahkan sudah terlihat retak, meskipun proyek baru berjalan sekitar satu bulan lebih.
"Pengerjaannya seperti asal-asalan. Semennya terlihat kurang. Kami khawatir baru satu musim hujan sudah ambrol," ujar Bet (42), warga setempat yang tinggal di dekat lokasi proyek.
Ketiadaan papan informasi proyek di lokasi membuat masyarakat kesulitan mengetahui identitas kontraktor, sumber anggaran, nilai proyek, hingga jangka waktu pengerjaan. Padahal, sesuai aturan, setiap proyek pemerintah wajib memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi, terutama jika menggunakan dana APBD atau APBN.

"Kami sebagai warga ingin ikut mengawasi, tapi tidak tahu ini proyek siapa, berapa anggarannya, dan kapan selesai," tambah Bet.
Selain persoalan kualitas, kondisi proyek juga dinilai tidak rapi dan terkesan berantakan. Bekas pengerukan tanah yang tidak ditata dengan baik semakin memperkuat kesan pengerjaan yang tidak profesional.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung segera turun tangan untuk meninjau lokasi, memberikan teguran kepada pelaksana, serta memastikan perbaikan kualitas pekerjaan. Jika tidak segera ditangani, proyek tersebut dikhawatirkan tidak mampu mengatasi permasalahan banjir, bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru akibat tidak sesuai dengan standar teknis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut diduga dikerjakan oleh seorang pelaksana bernama Wawan yang berdomisili di Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media melalui pesan WhatsApp. Wawan mengakui bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaannya. Namun, saat ditanya mengenai sumber anggaran, nilai proyek, serta durasi pengerjaan, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban dan hanya membaca pesan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi terkait dugaan kualitas pengerjaan yang dinilai buruk tersebut.***