November 18, 2019

Tim Tirta Raharja Juara Turnamen Sepakbola Festival Askab Bandung 2019

Tim Tirta Raharja Juara Turnamen Sepakbola Festival Askab Bandung 2019

SOREANG | Kontroversinews.-Tim Tirta Raharja akhirnya menjuarai turnamen sepakbola Festival Askab Bandung 2019. Mereka menang dramatis 3-2 lewat adu penalti atas Putra Cicalengka, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dalam partai final di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (7/4/2019).

Tampil apik sejak babak penyisihan, kedua tim bermain agresif sejak menit awal. Namun keberuntungan masih belum datang meski sejumlah peluang didapat pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, rotasi pemain yang dilakukan kedua berpengaruh cukup signifikan. Jual beli serangan semakin sering terjadi meskipun peluang dari open play belum bisa berbuah gol.

Menit ke-22, Tirta Raharja melakukan pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu tepat di depan garis kotak penalti. Wasit pun menghadiahi Putra Cicalengka dengan tendangan bebas.

Sang eksekutor Ferdi, tak membuang peluang tersebut. Tendangan datarnya yang cukup keras mampu melewati pagar betis pemain belakang Tirta Raharja.

Bola yang menyusur tanah menghujam ke arah pojok kanan bawah gawang Tirta Raharja. Kiper Tirta Raharja Kepit Poetro pun hanya bisa terpana melihat jala gawangnya bergetar dan timnya tertinggal 0-1.

Gol tersebut membuat Tirta Raharja tersentak dan balik mengurung pertahanan Putra Cicalengka. Serangan sporadis yang bergelombang akhirnya berbuah manis ketika salah seorang bek Putra Cicalengka menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti.

Kapten Tirta Raharja Rayga Mayesa pun tak menyia-nyiakan peluang itu. Dengan tenang, tendangan datar kerasnya bersarang di pojok kanan bawah gawang Putra Cicalengka yang dijaga oleh Fajar.

Skor imbang 1-1 bertahan sampai peluit akhir, laga pun terpaksa dilanjutkan lewat adu penalti. Namun lagi-lagi drama terjadi ketika kedua tim hanya mampu melesakan dua dari tiga kesempata penalti yang diberikan.

Wasit pun kemudian menentukan pemenang lewat lempar koin di mana Tirta Raharja mendapat kesempatan untuk memilih menjadi mengeksekusi atau menahan satu tendangan penalti terakhir. Sang kapten Rayga pun memutuskan untuk timnya mengambil posisi sebagai penendang.

Keputusan Rayga menjadi beban bagi Albi Firmansyah sebagai algojo penentu, karena jika tak bisa mencetak gol Tirta Raharja gagal juara. Namun beban itu tak tampak di wajah Albi ketika ia dengan tenang menceploskan bola datar ke gawang Fajar dan membawa timnya menjadi juara.

Seusai laga pelatih Tirta Raharja Kunkun Kurnia mengaku sempat tegang melihat penampilan anak asuhnya di laga final. “Mungkin karena final jadi penampilan mereka terlihat grogi tak seperti biasa,” ujarnya.

Meskipun demikian, Kunkun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang bangkit setelah tertinggal 0-1. Begitu pula saat adu penalti mereka mampu membalikan keadaan setelah tertinggal 1-2.

Meskipun demikian yang membuat Kunkun bangga adalah anak asuhnya mampu mempertahankan gelar yang sebelumnya mereka raih pada 2012 lalu. “Terakhir kompetisi seperti ini di lingkungan Askab Bandung memang pada 2012, setelah itu vakum,” ucapnya.

Kunkun berharap kompetisi tersebut kembali digelar secara rutin karena merupakan ajang evaluasi dari hasil pembinaan selama ini. Terlebih untuk usia dini, kompetisi sangat diperlukan untuk memotivasi dan menambah jam terbang bagi bibit-bibit muda sepakbola Kabupaten Bandung.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan mengatakan, turnamen tersebut merupakan langkah awal Askab dalam menjaring bibit-bibit pesepakbola andal Kabupaten Bandung sejak usia dini. “Turnamen ini sekaligus memotivasi pemain muda untuk berkiprah di sepakbola tanah air,” ujarnya.

Gun Gun menambahkan, Kabupaten Bandung memiliki Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu stadion terbaik di Asia Tenggara. Oleh karena itu, ia berharap para pemain asli Kabupaten Bandung pun nantinya bisa menjadi penghuni tim-tim besar yang berlaga di stadion tersebut.

Secara bertahap dan rutin, ke depan Askab PSSI Kabupaten Bandung memang bertekad untuk menghidupkan kembali kompetisi di semua tingkatan umur. Dengan begitu Kabupaten Bandung akan siap mengikuti semua event tingkat regional maupun nasional karena sudah memiliki skuad yang terjaring secara komprehensif.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Askab PSSI Kabupaten Bandung Ardi Kusumah mengatakan, turnamen tersebut hampir setengahnya dibiayai oleh sponsor. Ia menegaskan bahwa penggunaan APBD Kabupaten Bandung hanya memegang porsi kurang dari 50 persen dalam turmanen itu.

Langkah itu, kata Ardi, merupakan awal cita-cita untuk mewujudkan kemandirian sepakbola agar tidak terus bergantung dan membebani anggaran pemerintah. “Asprov PSSI Jabar sendiri pada 2023 menargetkan bahwa sepakbola harus sudah menjadi industri dan mampu menarik sponsor. Tak menunggu sampai 2023, kami mulai mewujudkan hal itu dari sekarang,” tutur Ardi. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *