Maret 28, 2020

Disdik Kabupaten Bandung Optimis Lulusan Paket C Mampau Bersaing dengan Siswa Formal

Disdik Kabupaten Bandung Optimis Lulusan Paket C Mampau Bersaing dengan Siswa Formal
Photo Credit To Kabid PAUD dan PNFI Disdik Kab. Bandung, H. Djunjunan sedang mememberikan arahan kepada stafnya, Kamis ( 27/2/2020).

SOREANG | Kontroversinews.— Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung optimistis siswa lulusan Pusat Kegiatan Belajar  Masyarakat ( PKBM ) paket C atau setara dengan SMA /SMK mampu bersaing dengan siswa dari sekolah formal, dalam memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Kepala Seksi  Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Hj. M .Sri Laksmi, mengungkapkan bahwa walaupun kebanyakan siswa yang menjalani sekolah  di lembaga PKBM program  Paket C adalah pekerja, tetapi mereka mampu bersaing dengan siswa dari sekolah formal untuk memasuki perguruan tinggi bergengsi.

“Ada yang bisa masuk ke perguruan tinggi negri , karena memang anaknya juga pintar ,” ungkap Sri saat wawancara di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (27/2/2020).

Hj. M. Sri Laksmi

Pendidikan paket C ini merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan IPM dan juga meningkatkan angka kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang memiliki kekurangan ekonomi, sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan melalui sekolah formal. Namun, karena semangat belajarnya yang tinggi, masyarakat tersebut tetap melanjutkan pendidikannya walaupun hanya melalui sekolah di PKBM  paket C.

“Kita sebagai pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui PKBM dengan pogram Paket B atau Paket C,” jelas Hj. Sri.

Karena kebanyakan siswa dari sekolah paket C ini adalah pekerja, sebagai pemerintah memberikan kemudahan kepada siswa didalam proses belajarnya, apalagi ketika pelaksanaan ujian. Seperti diantaranya, membuatkan surat rekomendasi dari Bupati Bandung untuk perusahaan yang pekerjanya mengikuti sekolah PKBM  paket C agar dapat mengikuti ujian.

“Kalau yang sudah bekerja pasti harus memilih antara ujian atau bekerja. Disatu sisi, mereka ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, tetapi sisi lainnya, perusahaan menerapkan aturan yang harus dipatuhi oleh para pekerja. Berdasarkan pengalaman kebanyakan perusahaan memberikan izinnya. Mudah-mudahan tahun ini tidak banyak perusahaan yang melarang,” papar Hj. Sri.

Adapun jumlah lembaga  Pusat kegiatan belajar masayarakat (PKBM ) yang aktif di Kabupaten Bandung  sebanyak 85 lembaga,  yang tersebar di 31 Kecamatan se- Kab. Bandung, sedangkan lembaga  PKBM yang siap menyelenggarakan  Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) pada April 2020 , mendatang  sebanyak 75 lembaga .
Jumlah peserta UNBK  Paket B dan Paket C tahun 2020 ini,  ada  sebanyak 2.285 siswa yang mengikuti ujian Paket B  atau setara dengan SMP dan  sebanyak 4.468 siswa yang mengikuti UNBK  Paket C atau setara dengan SMA .

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, sudah melakukan sinkronisasi data. Kedua, simulasi ujianpun sudah dilaksanakan beberapa hari lalu, baik itu yang offline maupun yang online. Karena untuk jaringan sendiri ada yang baik dan tidak baik, sebab melihat kondisi geografis wilayah Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah setiap tahun tidak pernah ada hambatan dalam pelaksanaan ujian. Kalaupun ada hambatan tersebut sering muncul pada hari pertama ujian. Tetapi pada hari selanjutnya dapat diatasi.  Mudah-mudahan dari pelaksanaan sekolah paket ini dapat memberikan kesadaran akan pentingnya pendidikan,” pungkas Hj. Sri. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *