Februari 28, 2020

Konsumen Diduga Jadi Korban Penipuan Pengembang Perumahan Villa Ciwidey Asri

Konsumen Diduga Jadi Korban Penipuan Pengembang Perumahan Villa Ciwidey Asri
Photo Credit To Photo Istimewa

CIWIDEY  | Kontroversinews – Sejumlah Konsumen diduga menjadi korban penipuan oleh satu perusahaan pengembang perumahan Villa Ciwidey Asri di Kampung Sukajadi Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Meski telah membayar sejumlah uang sejak 2018 lalu, perumahan bersubsidi itu tak kunjung dibangun oleh pengembang dari PT. Rumah Kita Persada itu.

Salah seorang pemohon yang berinisial Ii mengatakan, ia dan sejumlah konsumen lainnya merasa dibohongi oleh PT. Rumah Kita Persada pengembang perumahan bersubsidi Villa Ciwidey Asri. Pasalnya ia dan beberapa orang konsumen rumah bersubsidi itu telah membayar uang sebesar Rp 2,5 juta ditambah uang tanda jadi (booking) kavling sebesar Rp 1 juta yang dibayarkan kepada bagian pemasaran perumahan tersebut.

“Saya dan pemohon lainnya itu sudah bayar untuk uang muka pada Oktober 2018 lalu. Tapi sayangnya sampai 2020 ini pembagunan rumah belum juga dimulai,” kata Ii, Kamis (13/2/2020).

Sebenarnya, selama ini kata Ii, ia dan konsumen sudah seringkali meminta keterangan kepada pihak pengembang. Namun sayangnya, alih alih melaksanakan kewajibannya, pengembang malah mengalihkan lokasi ke rumah contoh. Karena merasa tidak sesuai pesanan awal, sehingga mereka menolak untuk menerima rumah contoh dari pengembang itu.

“Kami merasa dibohongi, sudah bayar sejak 2018 lalu tapi hak kami tidak dipenuhi oleh pengembang. Kalau tidak bisa memenuhi kewajiban yah kembalikan dong uang kami. Jika tidak, kami akan melaporkan kepihak Kepolisian dengan tuduhan penipuan,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang mantan pegawai bagian pemasaran PT. Rumah Kita Persada, Yulia mengakui jika selama ia bekerja di perusahaan pengembang perumahan itu ada beberapa orang calon konsumen yang datang dan mempertanyakan pengajuan rumah tersebut. Saat itu, pihak perusahaan memang menyarankan agar calon konsumen itu mengambil atau merima rumah yang telah jadi (rumah contoh).

“Memang kami menyarankan agar calon konsumen itu menerima rumah yang sudah jadi saja. Dari sekian orang calon konsumen itu ada yang mau menerima tapi memang ada juga yang menolak,” kata Yulia saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Kamis (13/2/2020).

Dikatakan Yulia, pembangunan rumah belum dapat dilaksanakan sebelum dilakukan akad kredit untuk 27 unit rumah yang telah dipesan oleh calon konsumen itu.
“Itu informasi yang saya ketahui selama bekerja kurang lebih tiga bulan di tempat itu. Dan memang ada beberapa orang calon konsumen yang mempertanyakan soal permohonan perumahannya.

Mohon maaf saya enggak bisa kasih informasi yang tidak saya ketahui yah pak,” ujarnya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *