Februari 28, 2020

Dan Lanud Sulaiman Lepaskan Panah ke Udara dalam Pelatihan Menzil

Dan Lanud Sulaiman Lepaskan Panah ke Udara dalam Pelatihan Menzil
Photo Credit To Kolonel (Pnb) Mohammad Nurdin (tengah) bersiap untuk melakukan kegiatan memanah jarak jauh (flight archery) pada pelatihan Menzil, Sabtu (25/01) di Bandung.

BANDUNG | Kontroversinews – Komandan Pangkalan TNI AU Sulaiman Bandung, Kolonel (Pnb) Mohammad Nurdin, melakukan kegiatan memanah jarak jauh (flight archery) pada pelatihan Menzil yang diikuti oleh Kelompok Panahan Berkuda Indonesia  (KPBI) dan anggota Yayasan Okcular Vakfi dari Turki.

Menzil merupakan salah satu dari cabang panahan Turki yang termasuk jenis panahan sport. Menzil atau Manzilah untuk lomba panah terjauh. Istilah ini ada dalam bahasa arab. Di Al quran banyak istilah manzilah, artinya lintasan.

Pada giat ini KPBI mengirimkan anggotanya dari 14 provinsi, antara lain dari Aceh hingga Lombok. Puncak acara (Sabtu, 25/01) ditandai dengan memanah Menzil yang dibuat para peserta pada pelatihan yang berlangsung selama 5 hari.

Sebagai pengalaman pertama kali memanah Menzil dengan busur 45 LBS, Komandan Lanud Sulaiman, berhasil mencapai jarak 200 meter lebih. Sementara Cuneyt Hoca dari Turki mencapai jarak 503 meter. Adapun dari perwakilan KPBI Aceh, Suheri, baru menjangkau 367,8 meter dengan busur 50 LBS.

“Kami sangan mendukung event seperti ini yang menampilkan budaya dengan keahlian dalam teknik panahan cukup tinggi serta memiliki potensi kedirgantaraan. Dimana para peserta diharuskan mempelajari pengetahuan tentang aerodinamika, pemahaman tentang cuaca yang secara keilmuan serupa dengan aktivitas kedirgantaraan lainnya”, terang Komandan Pangkalan TNI AU Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Nurdin dalam pengarahan kepada peserta.

“Saya minta KPBI bisa membuat kerjasama event rutin dengan kami baik skala nasional maupun internasional. Kegiatan ini sangat menarik sebagai wahana edukasi, hiburan dan diplomasi budaya di tingkat internasional seperti yang telah dilakukan KPBI selama ini”, tegasnya.

Sementara itu, pihak Okcular Vakfi merasa puas melihat anggota KPBI yang ikut dalam pelatihan telah mengikuti proses dengan baik. “Sangat cepat dan kreatif. Secara umum sesuai target, KPBI bisa belajar cepat dan menguasai materi dengan baik”, kata Cuneyt Hoca yang menjadi instruktur bersama Fatih Yildiz, keduanya pemegang rekor dunia Menzil saat ini.

Ketua Umum KPBI, Alda Amtha menyampaikan, bahwa pelatihan ini sebagai awal KPBI menekuni satu disiplin teknik panahan menzil di luar panahan hedef dan horseback archery.

“Kami bersyukur sekarang sudah cukup lengkap disiplin teknik panahan yang dipelajari KPBI. Panahan hedef, panahan berkuda dan menzil. Tinggal kami terus belajar dan ikhtiar untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internaisonal”, kata Alda Amtha. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *