Januari 28, 2020

Sidang Gugatan Penggusuran Lahan Tol Cisumdawu Kembali Digelar

Sidang Gugatan Penggusuran Lahan Tol Cisumdawu Kembali Digelar

Kab Bandung | Kontroversinews- Sidang gugatan masyarakat terhadap pemerintah, terkait penggusuran lahan untuk Proyek tol, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Selasa (19/11).

Sidang dengan penguggat atas nam Ayi Sulaeman, dengan tergugat Kementerian PUPR, BPN, serta KJPP (Komisi jasa penilai publik) serta turut tergugat BRI Kantor Cabang Setiabudi.

Ketua Majelis Hakim Kukuh Kalinggo, mengatakan bahwa agenda gugatan hari ini untuk penyerahan kesimpulan dari para pihak.

“Hari ini agenda Kita terima kesimpulan dari penggugat H Ayi Sulaeman yang diwakili kuasa hukumnya, serta kesimpulan dari tergugat yakni Kementerian PUPR, KJPP (Komisi jasa penilai publik), BPN serta turut tergugat Bank BRI,” jelasnya, usai sidang di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Selasa (19/11) .

Terkait materi gugatan secara keseluruhan, Hakim ketua menyatakan bahwa materi pokoknya perbuatan melawan hukum.

Pantauan diruang sidang, pihak KJPP tidak memberikan kesimpulan atas gugatan dari penggugat.

“Kesimpulan ini kami terima, seharusnya para pihak menyerahkan berkas kesimpulan karena ini akan dimasukkan ke dalam sistem elektronik pengadilan. Dimana nanti saat putusan tidak ada KKN antara Hakim pihak penggugat dan tergugat. Ini bukti pengadilan bersih dan bukti pengadilan tidak main-main dalam perkara hukum,” papar Hakim Ketua Kukuh.

Pihak tergugat, dari pihak Kementerian PUPR, yang diwakili Oleh PPK Lahan, Martin mengatakan bahwa gugatan warga atas mama Ayi Sulaeman ini, diluar Masa sanggah konsinyasi selama 14 hari.

“Warga ini menilai diberi waktu 14 hari, dan mengajukan gugatan perdata terkait perbuatan melawan hukum,” jelasnya, usai persidangan.

Terkait tudingan penggugat, mengenai patokan harga, pihaknya mengikuti aturan sesuai UU.

“Patokan kami dari kjpp, diluar peraturan Mahkamah Agung (perma), kami tidak tahu. Karena kami berpatokan kepada perma. Untuk konsinyasi, penetapan dari Hakim PN Bale Bandung sudah keluar, ” jelasnya.

Untuk harga yang disetujui atas penggugat Ayi Sulaeman, Martin tidak mengetahui detail.

“Saya tidak apal secara detail, itu KJPP yang tahu,” jelasnya.

Pengacara Ayi Sulaeman, Tirta Sonjaya, S.H, M.H mengatakan bahwa kliennya di sidang gugatan perbuatan melawan hukum, terkait Penggusuran lahan untuk tol Cisumdawu, karena merasa tidak diajak musyawarah dalam hal penentuan harga.

“Intinya klien kami ini merasa dirugikan, lahan yang terkena tol itu lahan usaha yang menghidupi banyak orang. Karena Ada tol banyak yang kehilangan pekerjaan, dilokasi tersebut Ada percetakan yang mempekerjakan beberapa orang, ada juga Bengkel yang mempekerjakan beberapa montir,” jelasnya.

“Terkait sidang dengan agenda kesimpulan hari ini, kami berharap Hakim bisa melihat kesimpulan dari kami mengingat adanya kelalaian dalam proses apresiasi yang dialami oleh klien kami,” jelas Tirta.

Menanggapi perihal pihak KJPP (apraisal) yang tidak memberikan berkas kesimpulan, menurutnya sangat disayangkan.

“Selaku tim aprasial, saya melihat hal ini sangat aneh karena seharusnya KJPP bisa memberikan kesimpulan terkait apresial patokan bangunan dan tanah yang dilakukan dalam penggusuran proses lahan tol cisumdawu,” paparnya.

Terkait Kep Bupati no 640/kep.427-dpupr/2018 Tanggal 31 juli 2018 sesuai nilai Dan harga penggantian untuk bangunan, harusnya diperhatikan pihak PPK Lahan dan KJPP.

“Soal keputusan Bupati juga diabaikan oleh KJPP, harusnya jadi bahan taksiran harga, wajar kalo klien kami meminta Harga taksiran sesuai taksiran plafon Bank,” jelasnya.

Dalam sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Kukuh Kalinggo, dan dua Hakim anggota Radiantoro, Susi Hamidah, serta Panitera pengganti Giri, akan dilanjutkan dua Pekan depan mendatang dengan agenda putusan hakim atas gugatan yang diajukan. (B.Pakpahan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *