Desember 13, 2019

Pelaku Usaha di Terminal Soreang Keluhkan Omzet Turun 30-50 Persen

Pelaku Usaha di Terminal Soreang Keluhkan Omzet Turun 30-50 Persen

SOREANG  | Kontroversinews – Sudah sekitar lima bulan terakhir ini, para pelaku usaha disepanjang Jalan Raya Soreang, tepatnya di jalan depan pasar dan terminal Soreang hingga alun alun mengalami penurunan omzet 30 hingga 50 persen. Yah gara gara ada perbaikan trotoar jalan ini. Kerugian ditimbulkan akibat adanya pembangunan trotoar disepanjang jalan depan pertokoan tempat usaha mereka.

Salah seorang pelaku usaha Baso Kanis Nanang mengatakan, sejak sekitar lima bulan terakhir ini trotoar jalan di depan tokonya dibongkar dan dibangun kembali. Sayangnya selama proses pembangunan pihak pemborong proyek tidak memikirkan dampak pembongkaran trotoar lama terhadap pertokoan yang ada disepanjang jalan itu. Karena bongkaran trotoar dibiarkan menganga dengan berbagai material bahan bangunan serta berangkal berserakan dimana mana.

“Semua pelaku usaha disepanjang jalan ini mengeluhkan omzet turun 30 hingga 50 persen. Yah gara gara ada perbaikan trotoar jalan ini. Sebenarnya bukanya kami tidak mendukung pembangunan tapi perhatikan juga dong keadaannya jangan sampai bongkaran dibiarkan menganga dan berantakan, konsumen yang mau belanja juga jadi mengurungkan niatnya,” kata Nanang, Senin (2/12/2019).

Saat ini, kata Nanang, memang pengerjaan trotoar sebagian sudah hampir rampung. Namun dibeberapa bagian masih belum selesai dan cukup mengganggu, bahkan bisa membahayakan pejalan kaki. Salah satunya yakni lubang lubang bak kontrol yang belum diberi penutup hanya ditutup dengan potongan papan. Bahkan ada diantaranya lubang bak kontrol itu yang ditutup tak sempurna karena papan penutupnya rusak.

“Kalau malam disini lumayan gelap, kalau tidak hati hati bisa terperosok lubang bak kontrol yang belum ditutup dengan benar. Yah seharusnya dikasih tanda yang jelas misalnya dikasih garis peringatan disetiap lubangnya supaya enggak bikin celaka pejalan kaki,” ujarnya.

Salah seorang pemilik toko lainnya di Jalan Raya Soreang yang tak mau disebutkan namanya, mengaku rugi akibat adanya perbaikan trotoar jalan itu. Sebenarnya, bukan mereka menolak pembangunan namun alangkah baiknya tetap memerhatikan keadaan disekitarnya. Jangan sampai adanya pembangunan itu berdampak merugikan masyarakat.

“Kami juga sadar kalau pembangunan itu untuk masyarakat. Tapi yah jangan sampai merugikan juga dong, seharusnya sebelum dibongkar itu dipikirkan juga jangan sampai terlalu mengganggu pada usaha kami,” katanya . ( Lily Setiadarma ).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *