Desember 13, 2019

Cerita Runengsih dan Aden, Pengurus PGRI Terharu Serta Bangga

Cerita Runengsih dan Aden, Pengurus PGRI Terharu Serta Bangga

Kab.Cirebon | Kontoversinews.- Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Lahirnya PGRI.wartawan media ini mendatangi salasatu tokoh PGRI,dan mendapatkan cerita yang menarik darinya.

Hari ini saya mencoba merenung setelah merayakan hari guru kemarin di daerah. Jika dianalogikan hari lahir maka usia kematangan guru sudah semakin dewasa. Disitu saya berpikir apa kontribusi tambahan guru untuk masyarakat. Kedewasaan ini harus dapat lebih bermanfaat dari sebelumnya menurut zain.

Masih menurut zain bagaikan gayung bersambut, tiba-tiba saya mendapatkan informasi melalui whatapps dari rekan-rekan media. Mereka mengatakan bahwa di Kabupaten Cirebon salah satunya di Kecamatan Talun terdapat dua anak peserta didik yang sangat luar biasa.

Kesempatan emas ini yang tidak saya sia-siakan untuk mengetahui mengapa anak tersebut disebut luar biasa. Pagi 25-november lalu atas ijin kepala sekolah saya langsung mendatangi kedua anak tersebut disekolahnya masing-masing. Setelah dapat informasi dari kepala sekolah dan guru serta keluarganya tentang kedua anak tersebut, tak terbendung air mata ini mengalir.

Mereka berdua adalah Runengsih dan Aden Juniawan Saputra,dua murid SD ini yang belakangan jadi viral dipengguna medsos.Usut punya usut mereka adalah murid inspirasi bagi seluruh murid di Indonesia. Mengapa demikan, Runengsih yang duduk di bangku kelas 3 di SDN 1 Kecomberan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon ternyata “dianggap tulang punggung” oleh keluarganya.
Dia selalu mengantarkan ayahnya yang tidak berdaya (disabilitas) karena terkena penyakit struk/stroke dalam bekerja sebagai “peminta-minta”.  Kemiskinan ditambah ketidakmampuan seorang ayah dalam mencari nafkah sebagai peminta-minta ini membuat sosok runengsih terjebak pada pekerjaan tersebut.

Berbeda dengan Aden Juniawan siswa yang duduk di kelas 6 SDN 1 Cirebon Girang kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, adalah siswa cerdas namun penuh keterbatasan. Siswa yang selalu duduk di kursi roda ini selalu semangat dan pantang untuk tidak sekolah,Aden terkena musibah dengan gejala rapuh semua tulang belakang.hingga tidak bisa berdiri lagi semenjak lama,Aden adalah anak yatim pasca ditinggal ayahnya yang telah meninggal,dia hidup dengan kakaknya.
Kakaknya tersebut bekerja sebagai buruh tidak tetap,hidupnya penuh dengan segala kekurangan.sedangkan ibunya tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih karena keterbatasan pekerjaan yang juga tidak tetap.bahkan saking tidak punya nya rumah pun hampir roboh,namun untungnya ada bantuan dari pemerintah desa setempat.

Runengsih dan Aden adalah contoh murid inspirasi bagi semuanya,mereka berdua mengabaikan “kedukaannya” yang secara ekonomi dapat dikatakan sangat jauh dari kata layak (Super Miskin).Tetapi semangat juang dalam menggapai cita-cita dalam melaksanakan sekolah jauh lebih besar dari murid lainnya,Kemiskinan tidak mereka jadikan penghalang.kekurangan fisik dan rasa malu atas segala penderitaan hidupnya tidak dijadi hambatan.

Mereka berdua selalu mengutamakan sekolah, tidak lain dan tidak bukan ingin menggapai cita-cita untuk membahagiakan orang tuanya yaitu runengsih ingin menjadi dokter dan aden belum berani utarakan cita-citanya.
Saat saya temui mereka satu persatu,mereka tidak menampakan rasa malu ataupun minder,cahaya mata mereka berdua memancarkan sinyal penuh optimistis untuk meraih masa depan.

Masih menurut zain sebagai guru saya merasa haru, bangga melihat semangat kedua anak tersebut.Jika boleh saya usul kepada seluruh pengurus PB. PGRI, bisakah kita memberikan apresiasi positif dalam bentuk apapun terhadap kedua anak tersebut alangkah bahagianya mereka.apalagi jika mereka bisa mendapatkan hadiah langsung dari Presiden.

Walau bagaimanapun mereka adalah penerus bangsa yang lahir dari rasa pedih dan prihatin,Ujian hidup yang dirasa dari sejak dini memaksa mereka menjadi kuat dalam hal ekonomi.Mudah-mudahan mereka akan terus kuat dengan terpaan hidup saat ini dan dimasa depannya nanti,yang mungkin selalu akan mereka terima.

Semoga cerita bahkan mungkin tadi,usulan ini dapat diakomodir karena kami sendiri telah mengkonfirmasi secara langsung.baik ke keluarganya, sekolahnya maupun lingkungannya. Mari kita lebih memperhatikan anak-anak kita khususnya anak yang perlu perhatian lebih,yang mungkin kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan keterbatasan finansial juga fisik,seperti yang dialami runengsih serta aden.ujar zain mengakhiri ceritanya (Mr.Zain-Kusyadi)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *