Desember 13, 2019

Peredaran Barang Impor Kian Pengaruhi Loyonya Konsumsi Produk Dalam Negeri

Peredaran Barang Impor Kian Pengaruhi Loyonya Konsumsi Produk Dalam Negeri
Photo Credit To Sekda Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana di dampingi Kadisperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah saat meninjau stan butik milik Poppy Sri Hendriani Pameran Terpadu Gelar Produk IKM Disperindag Kabupaten Bandung di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis ( 21/11/ 2019)

KOTA BANDUNG | Kontroversinews – Kontak dagang dipilih Disperindag Kabupaten Bandung sebagai upaya menekan masivenya peredaran barang impor yang kian mempengaruhi loyonya konsumsi produk-produk dalam negeri oleh masyarakat Indonesia.

Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Hj. Popi Hopipah didampingi Kabid perdagangan Dalam dan Luar Negri H. Perdana menuturkan, dengan digagasnya kontak dagang ia berharap hubungan dagang antar kota/kabupaten, pulau dan provinsi di Indonesia bisa semakin erat. Sebab, dengan sistem kontak dagang, pemenuhan kebutuhan bisa didapatkan dengan cara kerjasama antar provinsi.

“Misal, Aceh butuh alat pertanian, kami bisa penuhi karena kami punya produk peralatan pertanian. Begitu pula, jika kami butuh kebutuhan maka bisa meminta di suplai dari provinsi lain,” kata Popi seusai menghadiri acara pembukaan Pameran Terpadu Gelar Produk IKM Disperindag Kabupaten Bandung di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis ( 21/11/2019)

Kadisperindag Kabupaten Bandung, Hj. Popi Hopipah

Popi mengatakan, dengan sistem kontak dagang, ia menilai bisa menekan peredaran barang impor yang beredar di Indonesia karena permintaan kebutuhan mulai dari sandang, pangan, kerajinan, perabotan, dan peralatan pertanian yang cukup banyak. Padahal, jika ditelusuri, banyak produk dalam negeri yang bisa memenuhi kurangnya kebutuhan itu di tiap-tiap provinsi.

Oleh karena itu, Pameran Gelar Produk IKM Kabupaten Bandung yang diselenggarakan oleh Disperindag mukai 21 November hingga 24 November di Cihampelas Walk itu, kata dia, bertujuan untuk mengutamakan agar produk dalam negeri menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

“Selama ini kita tahu bahwa dengan adanya pemasaran melalui online, sedikit mengurangi aktivitas pemasaran impor. Nah untuk kembali menekan itu, kontak daganglah salah satu jawabannya.”

“Kami punya prinsip dengan Pak Bupati dengan konsep Sabilulungannya dengan adanya kontak dangan seperti ini kami ingin lebih mengedepankan hubungan dagang antar pulau dan antar provinsi. Cakram ekonomi IKM bisa lebih dekat lagi,” kata dia.

Menurut Popi, jika kontak dagang berjalan bagus, maka secara ekonomi taraf hidup perekonomian masyarakat Indonesia dan pelaku IKM akan lebih meningkat.

“Nah untuk Pameran Terpadu ini, juga melibatkan beberapa produk IKM dari beberapa provinsi di Indonesia. Jadi masyarakat di Jawa Barat bisa melihat produk-produk IKM milik provinsi lain. Dan sebenarnya kita kaya, tidak perlu impor-impor barang. Pakaian ada, perlatan pertanian ada, makanan ada, semuanya lengkap,” kata Popi.

Popi menuturkan, dipilihnya Cihampelas Walk sebagai tempat pameran, karena seperti diketahui jika Cihampelas Walk memiliki banyak pengunjung. Sehingga, Pameran Produk IKM tersebut setidaknya dilirik oleh para pengunjung.

Terlebih, di bulan November biasanya jadi bulan plesiran wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sebab, saat bulan November, di negara Eropa dan sekitarnya sedang mengalami musim dingin.

“Dan bisasanya Cihampelas Walk ini kebanjiran turis asing. Antusiasmenya cukup tinggi di bulan November. Maka dari itu kesempatan kami mempromosikan produk-produk IKM dalam negeri,” katanya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *