Januari 28, 2020

Tingkatkan Minat Baca, Dispusip Menggelar Festival Literasi

Tingkatkan Minat Baca, Dispusip Menggelar Festival Literasi
Photo Credit To Kasi Pelestraian Bahan Perpustakaan Dadang Mustopa SPd, MPd., sedang menata buku-buku di mobil Perpustakaan Keliling pada acara Ngawangkong Bari Ngopi di Kompkek Pemkab. Bandung , Jumat ( 15/11/2019 )

SOREANG | Kontroversinews – Sebagai upaya meningkatkan minat baca dan menggelorakan gerakan literasi masyarakat, keluarga dan sekolah, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung akan menggelar Festival Literasi pada 26 November sampai 1 Desember 2019 di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sekretaris Disarpus Kabupaten Bandung, Dra . Hj. As As Masitoh Forstar MSi, menjelaskan, festival literasi tersebut nantinya akan melibatkan siswa dari semua tingkatan, mulai dari PAUD, TK, RA, MI, MTS, MA, SD, SMP, SMA serta peguruan tinggi.

“Acara nanti bersamaan dengan peresmian Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bandung oleh Bupati Bandung. Perpusda itu untuk belajar sepanjat hayat dengan konsep wisata,” ujar As As saat diwawancara Kontroversinews.com usai acara Ngawangkong bari ngopi di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (15/11/2019).

Sekretaris Disarpus Kabupaten Bandung, Dra . Hj. As As Masitoh Forstar MSi,

Konsep wisata di Perpusda baru tersebut, kata As As, berkaitan dengan program Sabilulungan Wisata Literasi (Satali) yang telah digulirkan sebelumnya. Sehingga, nantinya Perpusda tidak angker dan sepi pengunjung lagi.

“Jadi masyarakat tidak apriori. Karena akan ditampilkan dengan terobosan-terobosan baru. Jadi berbagai aktivitas bisa dilakukan di Perpusda baru ini. Kapasitasnya bisa muat sampai 100 orang secara berbarengan,” terangnya.

Dirinya mengatakan, pada acara nanti juga akan diisi oleh tlakshow bersama Bunda Literasi Provinsi Jabar, Atalia Praratya, Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Naser. Selain itu, juga acara bedah buku, lomba story telling antar kader PKK dan antar Bunda Literasi Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bandung.

“Kami juga akan menggelar perpustakaan sahabat anak dengan bentuk lomba mewarnai antar siswa PAUD, RA dan TK sebanyak 300 anak. Dan orangtuanya yang mengantar akan kami arahkan parenting dan sosialiasi bimtek mengenai meminimalisir penggunaan gadget di kalangan anak,” ungkapnya.

As As berharap, melalui festival literasi ini bisa lebih meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Bandung. Karena diakuinya, sampai saat ini minat baca masih rendah, mengingat logikanya satu jiwa bisa membaca dua buku dalam waktu dua minggu.

“Itu belum bisa dilaksanakan, sehingga acara nanti merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan minat baca. Soalnya sekarang baru 80 persen, karena koleksi pustaka baru 20.324 eksemplar. Idealnya sesuai berbanding lurus jumlah penduduk Kabupaten Bandung 3,7 juta jiwa, harusnya bahan pustaka ada 7,4 juta eksemplar,” pungkasnya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *