Januari 28, 2020

PGRI Manyepakati Perombakan Kurikulum, Kurikulum Seperti Apa yang Ideal?

PGRI Manyepakati Perombakan Kurikulum, Kurikulum Seperti Apa yang Ideal?

Jakarta | Kontroversinews.-Selamat datang rekan rekan seluruh indonesia dan berikut kami menginformasikan mengenai PGRI Manyepakati Perombakan Kurikulum, Kurikulum silahkan simak informasi selengkapnya

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan setuju, terkait rencana perombakan kurikulum pendidikan dengan disertai penerapan teknologi. Menurut pihaknya, kurikulum saat ini adalah salah satu penyebab tertinggalnya kualitas pendidikan Indonesia.

Dewan Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Qudrat Nugraha menyatakan setuju, dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merombak kurikulum dengan disertai penerapan teknologi.

PGRI Manyepakati Perombakan Kurikulum, Kurikulum Seperti Aapa yang Ideal?

“Pendidikan kita sudah semakin jauh tertinggal. Untuk itu, kurikulum sudah waktunya diubah untuk mewujukan proses belajar-mengajar yang menyenangkan,” kata Qudrat Rabu (6/11).

Qudrat berharap, penerapan teknologi itu bisa menyederhanakan proses birokrasi dalam sistem pendidikan, baik yang berkaitan dengan guru ataupun sekolah.

“Mungkin 50 persen peraturan terkait guru yang ada harus dibabat habis secara revolusioner,” ujarnya.

Menurut Qudrat, aspek lain yang harus menjadi perhatian Mendikbud dalam merombak kurikulum adalah, keberadaan ujian nasional (UN). Menurutnya, UN selama ini mengandung banyak masalah dan juga tak memberikan maanfaat jelas bagi peserta didik. “UN harus dibabat habis, ganti dengan cara ujian yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PB PGRI Supardi mengatakan, poin penting untuk memajukan pendidikan adalah meningkatkan kualitas guru. Menurutnya, untuk bisa mendapatkan guru berkualitas harus ada kebijakan revolusioner.

“Memajukan pendidikan utamanya pada kualitas guru. Untuk itu, semua guru harus sama sebagai guru tetap, dan memiliki kesempatan yang sama mengikuti pelatihan-pelatihan,” katanya.

Supardi berpendapat, sebaiknya dibuat kebijakan yang membuat guru sebagai profesi yang menarik dan menjanjikan. “Tujuannya agar anak-anak bangsa berkualitas super berminat atau tertarik menjadi guru,” ujarnya.

Supardi juga menyinggung masalah anggaran. Ia berharap, di masa mendatang pemerintah memiliki kebijakan agar semua urusan pendidikan yang selama ini ada di kementerian lain disatukan dengan Kemendikbud.

“Agar 20 persen APBN/D pendidikan menjadi efektif, dan pendidikan ada dalam satu sistem,” pungkasnya.

Dapat diketahui, Presiden Jokowi telah meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk merombak kurikulum pendidikan. Ia meminta kurikulum yang baru dibuat sesuai kebutuhan industri, tidak kaku, bisa mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Mas menteri (Nadiem Makarim) minta ‘beri waktu saya pak 100 hari untuk menyiapkan dan merancang (aplikasi) itu’,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, jika perubahan kurikulum dan penerapan teknologi bisa dilakukan Nadiem, maka akan terjadi perubahan besar-besaran dalam cara mengajar serta interaksi guru dan murid. “Sistemlah yang bekerja, dengan aplikasi sistem,” tegas Presiden.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan ke rekan rekan seluruh indonesia mengenai PGRI Manyepakati Perombakan Kurikulum, Kurikulum yang kami kutip dari laman radar pena Semoga ada manfaatnya silahkan share ke rekan rekan guru yang lain terimakasih. ***

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *