Oktober 17, 2019

APTI Kab Bandung Sambut Baik Pemerintah Naikan Cukai Rokok 23 %

APTI Kab Bandung Sambut Baik Pemerintah Naikan Cukai Rokok 23 %

SOREANG | Kontroversinews.-  Dewan Pembina Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Bandung, menyambut baik rencana pemerintah yang akan menaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada 2020 mendatang. Karena kenaikan cukai tembakau akan berdampak terhadap kenaikan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang bakal diterima oleh pemerintah daerah.

Dewan Pembina DPC APTI Kabupaten Bandung, Alo Sobirin S.Sos, M.Ap. mengatakan, dipastikan kenaikan cukai rokok tidak akan berpengaruh terhadap para petani tembakau. Dalam hal ini yang akan terkena dampaknya adalah para produsen rokok.

“Justru kalau cukai naik yang diuntungkan adalah pemerintah daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari DBHCTnya naik. Begitu juga pengaruhnya untuk petani tembakau juga bagus, karena DBHCT itu kan semi blok gran 50 persen usulan kepala daerah dan 50 persennya lagi hasil Musrembang khusus petani tembakau,” kata Alo, saat dihubungi melalui telpon , Minggu (15/9/2019).

Dikakatan Alo, setiap tahun DBHCT yang diterima oleh Kabupaten Bandung terus mengkat. Dari mulai Rp 4,5 miliar dan pada 2019 ini nilainya sudah mencapai Rp 12 miliar. Sehingga, kenaikan cukai tembakau pada 2020 itu akan berpengaruh positif terhadap kenaikan DBHCT Kabupaten Bandung dan khususnya untuk para petani tembakau.

“Mengengai pengelelolaan dan pembagian DBHCT itu kan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 28 tahun 2017. Disana diatur pengelolaan dan pembagiannya, termasuk kalau cukai naik yah pastinya DBHCT untuk daerah juga naik dong,” ujarnya.

Alo melanjutkan, saat ini luas pertanian tembakau di Kabupaten Bandung kurang lebih seluas 1.200 hektare. Lahan pertanian tembakau ini, memang tidak diperbolehkan untuk diperluas. Lahan pertanian tembakau ini tersebar di 17 kecamatan, diantaranya adalah, Kecamatan Cilengkreang, Cimeunyan, Cikancung, Nagreg, Pangalengan, Ciwidey, Rancabali dan lainnya.

“Tembakau dari kita disini sebenarnya tidak banyak yang masuk ke industri rokok. Sebagian besar tembakau kita itu diolah dan dijual langsung ke konsumen menjadi tembakau mole. Adapun yang masuk ke pabrikan rokok biasanya tidak langsung, tapi melalui bandar dari Temanggung,”ujarnya.

Alo melanjutkan, para petani di Kabupaten Bandung membudidayakan tembakau jenis Nani dan ada juga jenis kumoloko yang merupakan bibit dari Temanggung dan berhasil dibudidayakan dengan baik di Kabupaten Bandung. (Lily Setiadharma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *