APH Layak Bidik Dana Desa Tahun 2021 Desa Sagaranten Diduga Banyak Penyelewengan

oleh
oleh

Kuningan (KontroversiNews).-Dana Desa yang di kucurkan untuk Pemerataan Pembangunan di Pedesaan oleh Pemerintah Pusat.

Namun pada kenyataannya masih saja ada Desa yang di Duga masih menggunakan Dana Desa asal realisasi,seperti halnya Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan.

Menurut informasi Dana Desa tahun 2021 Desa Sagaranten ada beberapa pekerjaan yang di duga Mark up anggaran.

Seperti halnya anggaran sarana olahraga kepemudaan yang di tahap 3.Rp.82.000.000 yang di gunakan untuk lapangan bola,namun menurut info di lapangan hanya di gunakan untuk buka lahan dan pemerataan lapang saja.

Dan banyak juga proyek Desa yang lainnya seperti bronjong sungai cipahing.Rp.25.000.000, Penerangan jalan umum.Rp32.000.000 dan Patok batas Desa Rp.54.581.500 dll.

Rabu,10/7/2024,saat di kompirmasi kades baru menjelaskan bahwa itu masa PJ kades,jadi saya akan kordinasi dulu ama perangkat dan Pj Kades.”ujarnya”

Masih menambahkan sekdes,kaur keuangan dan ekbang menerangkan bahwa benar anggaran untuk lapang bola.Rp.82.000.000 itu untuk pembentukan lapang bola pake beko dan sampe pemerataan ,namun tidak ada anggaran untuk jalan,dan pengerjaan beko selama 9 hari,dan di pihak ketigakan”terangnya”

Mendengar penjelasan pemdes Sagaranten,mantan ketua Fpi.kh.Asep Kamaludin albustomi saat di pinta pendapat menuturkan.

Ini jelas sudah dzolim,anggaran Rp.82.000.000 hanya untuk sebuah pembentukan lapang bola dan di kerjakan dengan beko selama 9 hari,jelas ini di duga proyek asal menerapkan anggaran,pasti mampaat lapangan bola buat masyarakat akan terbengkalai dan tidak dapat di gunakan masyarakat.

Apalagi lapangnya pasti jauh dari pemukiman.Inimah jelas ada Mark UP anggaran dalam pelaksanaannya.

Jadi saya akan coba melaporkan ke pihak aparat penegak hukum baik kejaksaan atau tipikor biar di usut tuntas,apalagi di tahun 2021 itu masa pandemic covid19,kok banyak bener pekerjaan Desa,kan berkeruman gak boleh alias PPKM,ini perlu di periksa dan di tindak lanjuti oleh APH.”bebernya”

Masih menambahkan Kh.Asep apalagi itu di tahun 2021 ada anggaran tapal batas Desa sampe .Rp.54.581.500 itu patut di pertanyakan,kan dulu juga rame anggaran tapal batas Desa yang setor ke pihak ketiga Rp.25.000.000,ini malah di anggarkan sampe.Rp.54.581.500,ini di duga banyaka anggaran yang di akal akalin tapi asal tertib laporan saja.”ungkapnya”

Jadi dengan adanya hal ini kami siap akan melaporkan ke aparat penegak hukum biar ada epek jera,jangan maen maen dengan anggaran buat masyarakat.

Perlu dicatat dan diingat,anggaran buat masyarakat itu beracun dan berbuah kalau tidak amanah,pasti akan berbuah petaka membawa sengsara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *