Google Kaitkan Sorban Palestina dengan Simbol Terorisme

- Pewarta

Kamis, 27 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorban Palestina. (Foto/bumirakyat.wordpress.com)

Sorban Palestina. (Foto/bumirakyat.wordpress.com)

LONDON (Kontroversinews.com) – Google pada Selasa (25/5/2021) kemarin menuai kecaman dari para pengguna sosial. Pasalnya, mesin pencari itu mengaitkan sorban atau syal ikonik Palestina—yang disebut keffiyeh—dengan “terorisme”.

Saat pengguna menanyakan “what scarf do terrorists wear on their head?” (syal apa yang dikenakan teroris di kepala mereka?), laman pencarian Google langsung menampilkan gambar keffiyeh Palestina yang dikenakan di kepala atau leher. Yang bikin makin miris, gambar syal itu disandingkan di samping gambar teroris yang mengibarkan bendera ISIS, atau bahkan perempuan Muslimah yang mengenakan jilbab atau kerudung.

Selama agresi Israel di Jalur Gaza beberapa waktu lalu, pengguna media sosial menyoroti keterlibatan platform media sosial dengan pendudukan Israel, saat Facebook, Instagram, dan Tik Tok menyensor semua konten yang memuat narasi Palestina dan agresi Israel.

Padahal, pada pekan lalu, sekelompok karyawan Yahudi di Google justru meminta perusahaan teknologi tersebut untuk meningkatkan dukungannya kepada warga Palestina di tengah operasi militer zionis di Gaza yang membunuhi lebih dari 270 warga sipil, termasuk 67 anak-anak.

Mengutip dari iNews, dalam surat mereka kepada CEO Google, Sundar Pichai, para karyawan Yahudi itu menulis: “Kami keberatan dengan penggabungan (pandangan tentang) Israel dengan orang-orang Yahudi. Kami menegaskan bahwa anti-Zionisme bukanlah anti-Semitisme,” kata mereka, dalam pernyataan yang dikutip Middle East Monitor, Rabu (26/5/2021).

“Google adalah mesin telusur terbesar di dunia dan setiap penindasan atas kebebasan berekspresi yang terjadi di dalam perusahaan ini adalah berbahaya, tidak hanya bagi karyawan Google secara internal tetapi juga bagi semua orang di seluruh dunia,” ungkap para karyawan Yahudi itu lagi. ***AS

Berita Terkait

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen
Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya
2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia
Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania
RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi
Trump Tunda Pemblokiran TikTok, Beri Perpanjangan waktu 75 hari
Ikuti Maraton Liuzhou, Mahasiswa Indonesia Berbagi Kesan Tentang China
SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Berita Terkait

Senin, 21 April 2025 - 11:43

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen

Jumat, 18 April 2025 - 15:57

Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya

Kamis, 17 April 2025 - 10:36

2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia

Selasa, 15 April 2025 - 09:32

Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania

Jumat, 11 April 2025 - 09:51

RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi

Berita Terbaru