Sebut Saudi Dukung ISIS, Menlu Libanon Mengundurkan Diri

- Pewarta

Jumat, 21 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 FOTO: Ilustrasi Bendera Lebanon.

FOTO: Ilustrasi Bendera Lebanon.

Menteri Luar Negeri Libanon, Charbel Wehbe, mengundurkan diri setelah menyebut Arab Saudi dan sekutunya sebagai pendukung ISIS dalam sebuah wawancara televisi.

Dilansir Al Monitor, Jumat (21/5), persoalan yang membuat Wehbe mundur bermula ketika dia hadir dalam acara bincang-bincang di stasiun televisi Alhurra pada Senin lalu.

Saat itu, Wehbe berdebat sengit dengan bintang tamu lain yang dihadirkan dalam acara itu. Saat itulah Wehbe melontarkan pernyataan yang dinilai menyudutkan Saudi dan sekutunya, yang dianggap sebagai pendukung kelompok teroris ISIS.

“Mereka adalah negara yang saya cintai, negara sahabat dan penuh persaudaraan tetapi mereka yang membawa ISIS,” kata Wehbe saat itu.

Wehbe juga menyebut salah satu lawan bicaranya sebagai “orang Badui Arab”, dan kemudian dia pergi meninggalkan acara itu.

Pernyataan Wehbe membuat Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Bahrain berang. Masing-masing negara itu lantas memanggil duta besar Libanon yang diutus dan meminta penjelasan.

“Terkait perkembangan situasi terbaru dan hal-hal yang terkait setelah penampilan saya di acara bincang-bincang di stasiun televisi nasional, dan supaya pernyataan tidak membahayakan Libanon dan penduduknya, maka saya menemui presiden dan meminta supaya saya dibebastugaskan dari posisi menteri luar negeri,” kata Wehbe.

Mengutip dari Cnn Indonesia, Presiden Libanon Michel Aoun lantas menunjuk Menteri Pertahanan Libanon, Zeina Akar, sebagai pengganti Wehbe.

Calon Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, yang dekat dengan Saudi mengkritik sikap Wehbe yang dinilai tidak sejalan dengan etika diplomasi.

Berita Terkait

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen
Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya
2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia
Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania
RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi
Trump Tunda Pemblokiran TikTok, Beri Perpanjangan waktu 75 hari
Ikuti Maraton Liuzhou, Mahasiswa Indonesia Berbagi Kesan Tentang China
SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Berita Terkait

Senin, 21 April 2025 - 11:43

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen

Jumat, 18 April 2025 - 15:57

Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya

Kamis, 17 April 2025 - 10:36

2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia

Selasa, 15 April 2025 - 09:32

Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania

Jumat, 11 April 2025 - 09:51

RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi

Berita Terbaru