Koin Kripto Disumbang Untuk Dana Covid-19 di India

- Pewarta

Sabtu, 15 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

italik Buterin, salah satu penggagas mata uang ethereum, dalam sebuah acara di London.

italik Buterin, salah satu penggagas mata uang ethereum, dalam sebuah acara di London.

Salah satu pendiri mata uang digital Ethereum, Vitalik Buterin, mendonasikan koin shiba inu yang nilainya setara dengan 1 miliar dolar AS, atau setara Rp14,2 triliun, kepada dana penanganan Covid-19 di India.

Programer keturunan Rusia-Kanada itu mentransfer lebih dari 50 triliun koin shiba inu pada Rabu, (12/5/2021), ke dana Covid-Crypto Relief Fund, seperti ditunjukkan oleh dompet mata uang digital miliknya.

Pemuda berumur 27 tahun itu juga mengirim 500 ether, atau senilai Rp26,9 miliar, ke dana Covid-19 India itu.

Berdasarkan pantauan CNN, ketika ditransfer, koin shiba coin bernilai 1 miliar dolar AS, namun, mata uang kripto dikenal sangat mudah berubah-ubah nilainya. Nilai koin tersebut kabarnya langsung anjlok seketika ketika Buterin berdonasi. Nilai shiba inu turun 30 persen pada Kamis, menurut Coinbase.

Koin shiba inu sendiri adalah mata uang yang memparodikan dogecoin, mata uang kripto yang populer karena dibicarakan miliarder Elon Musk. Kedua mata uang itu adalah beberapa alternatif dalam dunia mata uang kripto yang nilainya melejit menyusul popularitas dari mata uang bitcoin dan ethereum.

Koin shiba inu yang disumbangkan Buterin adalah koin pemberian yang dikirimkan kepadanya oleh pendiri koin shiba inu, demikian menurut Coindesk.

Sementara itu, Buterin, yang baru berumur 19 tahun saat ia menciptakan mata uang ethereum pada 2013, telah menjadi miliarder per 4 Mei lalu saat nilai mata uang buatannya menyentuh angka 3.500 dolar AS.

Dilansir dari Era.id, setelah sempat menyentuh rekor nilai 4.385 dolar AS, kini satu koin ether bernilai 3.700 dolar AS, atau setara Rp52,52 juta.

Berita Terkait

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen
Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya
2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia
Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania
RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi
Trump Tunda Pemblokiran TikTok, Beri Perpanjangan waktu 75 hari
Ikuti Maraton Liuzhou, Mahasiswa Indonesia Berbagi Kesan Tentang China
SAR Malaysia Selamatkan Korban Gempa Myanmar Terperangkap Enam Hari

Berita Terkait

Senin, 21 April 2025 - 11:43

Rusia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan PDB 2025 Sebesar 2,5 Persen

Jumat, 18 April 2025 - 15:57

Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja Lapor ke Polda Metro Jaya

Kamis, 17 April 2025 - 10:36

2.273 Warga Terdampak Gempa Myanmar Manfaatkan Layanan Medis Indonesia

Selasa, 15 April 2025 - 09:32

Presiden Prabowo Ingin RI Belajar Teknologi Pertanian Yordania

Jumat, 11 April 2025 - 09:51

RI, Turki Teken 3 MoU Bidang Kedaruratan, Kebudayaan, dan Komunikasi

Berita Terbaru