Agustus 25, 2019

Sempat Tertunda, Pembangunan Gedung BPR Ciparay Segera Dibangun

Sempat Tertunda, Pembangunan Gedung BPR Ciparay Segera Dibangun
Photo Credit To Pimpinan Divisi Umum PT BPR Kerta Raharja Bayu Andriatna, memperlihatkan pogram rencana pembangunan gedung Kantor Cabang Ciparay Kabupaten Bandung.

SOREANG | Kontroversinews – Sempat mengalami penundaan, pembangunan gedung berlantai dua PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja cabang Ciparay di Jalan Laswi akan dibangun pada akhir 2019. Saat ini, prosesnya tengah meminta bantuan teknis kepada Dinas PUPR dan kepada panitia barang dan jasa untuk tender.

Pimpinan Divisi Umum PT BPR Kerta Raharja Bayu Andriatna mengatakan rencana pembangunan sudah lama dibahas. Namun, penyertaan modal yang diusulkan untuk pembangunan gedung cair belakangan. Sehingga akhirnya pembangunan gedung di Ciparay mengalami penundaan.

“Waktu itu perencanaan pembangunan gedung Cikalong Wetan, Ciparay dan pembelian gedung Cicalengka. Cikalong Wetan udah penyertaan modal untuk pembangunan. Dikira cair ternyata tidak dan Cikalong Wetan membangun dulu,” ujarnya, saat di temui Kontroversinews.com di ruang kerjanya ,Rabu (7/8).

Menurutnya, penyertaan modal yang diusulkan kepada pemerintah daerah turun akhir 2017. Namun masuk ke kas PT BPR pada 2018. Ia mengatakan, tahun 2018 lalu pihaknya akan segera membangun gedung. Namun keluar PP 54 tentang BUMD.

Ia mengungkapkan, dalam aturan tersebut disampaikan jika pengadaan barang jasa ditetapkan dalam peraturan Bupati. Sehingga pihaknya menunggu peraturan tersebut dan turun 2019. Meski sudah mengakomodir semuanya, peraturan bupati harus ditindaklanjuti oleh peraturan direksi.

“Meskipun Perpres No 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa tidak mensyaratkan BUMD harus lewat LKPP atau LSPE secara sistem tetapi saya minta ke direksi supaya aman,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, rencana pembangunan akan berada pada area 11 tumbak atau kurang lebih 150 meter persegi. Rencananya katanya awalnya pembangunan akan dibuat tiga lantai namun akhirnya 2 lantai karena penyertaan modal untuk pembangunan sekitar Rp 1.5 miliar.

“Jadi perencanaan ulang, saya minta ke konsultan supaya dihitung ulang, kalau dua lantai saja,” katanya. Dirinya mengatakan saat ini pemenang belum ada, pihaknya tengah meminta ke PUPR untuk meminta bantuan teknis dan ke panitia barang dan jasa untuk menguruskan lelang. “Tahapannya berbarengan,” katanya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *