Agustus 25, 2019

MAN 2 Kota Bandung Terapkan Classter Class

MAN 2 Kota Bandung Terapkan Classter Class

Bandung | Kontroversinews.- Madrasah Aliyah 2 Kota Bandung, yang beralamat di Jalan Cipadung No.57, Kecamatan Cibiru, Bandung, Jawa Barat, pada pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020 jumlah pendaftar yang tercatat di meja panitia ada 1028 orang. Sedangkan daya tampung sekolah hanya 10 rombongan belajar (Rombel) atau 360 orang. Kemanakah sisanya?.

Dengan membludaknya pendaftaran yang dilaksanakan tanpa online, hal itu membuat panitia PPDB melakukan seleksi yang sangat ketat. Salah satu bentuk seleski persyaratan yang mesti diikuti para pendaftar, maka calon siswa harus bisa Baca Tulis Qur’an (BTQ).

Namun, dari 1028 pendaftar, sebanyak 160 orang pendaftar dinyatakan tidak diterima, karena mereka tidak dapat BTQ. Oleh karena itu, menurut pihak panitia mereka dinyatakan tidak dapat melanjutkan pendaftaran alias tidak dapati terima di sekolah MAN 2 Kota Bandung. ” Persyaratan BTQ merupakan syarat mutlak bagi calon siswa baru” kata Kepala MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Asep Encu. MP.d saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Asep Encu mengatakan, yang membedakan PPDB di MAN 2 Kota Bandung dengan sekolah sederajat lainnya adalah saat pendaftaran calon siswa baru sekolah ini tidak terbuka secara online, melainkan kata dia, adanya penerapam sistim jalur tambahan yaitu jalur non akademik mandiri.

Jalur non akademik mandiri yang diterapkan di MAN 2, kata Asep Encu merupakan calon peserta didik yang betul-betul daftar di sekolah ini. Artinya bagi pedaftar tidak ada pilihan 1 dan pilihan 2″ Karakteristik SMA dan MA itu memang berbeda dengan sekolah lain”ujarnya.

Dia mengatakan, untuk PPDB sekarang ini, MAN 2 Kota Bandung bisa menerima siswa hal tersebut harus sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang diterapkan, sehingga dapat mengakomodir siswa sesuai dengan jalurnya masimg-masing.

Kendati MAN 2 Kota Bandung, berbasis agama, namun faktanya diluar dugaan sambutan dari orang tua itu sangat antusias untuk mendaftarkan anaknya di sekolah ini.
Asep Encu memaparkan, dari 1028 orang siswa yang mendafatar, tetapi hanya 160 orang siswa yang dinyatakan gugur karena tidak dapat BTQ. Sementara yang tersisa dari pendaftat sebanyak 868 orang siswa, mereka akan diadakan Tes Pengetahuan Akademik.” Hasilnya akan digabungkan dengan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) sebagai bekal tambahan diterima di MAN 2 Kota Bandung,”jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk tahun ajaran 2019/2020 akan dibuka ” Classter Class”. Artinya bagi siswa yang berprestasi serta memiliki nilai diatas rata-rata mereka akan di test kembali sehingga bisa masuk Classter Class. Sedangkan untukk Classter Class jumlahnya dibatasi yakni hanya satu kelas (36 siswa).” Tujuan dari Classter Class, jika ada even atau lomba di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional seperti OSN, dan O2SN kami sudah menyiapkan siswanya dari Classter Clas tanpa melalui seleksi” kata Aep Encu.

Disisi lain dia menerangkan, MAN 2 Kota Bandung saat ini memiliki 79 orang tenaga pengajar, diantaranya mereka 69 orang berstatus ASN sedangka sisanya 10 orang honorer dengan jumlah siswa keseluruhan 1205 orang. Selain itu, tambah Asep Encu sekolag ini memiliki empat orang personil keamanan (Satpam), ditambah dengan lima orang sebagai tenaga kebersihan.,” Agar sekolah ini aman, dan nyaman mereka bekerja secara tanggungjawab,”pungkasnya.

Diakhirperbincangannya dengan KONTROVERSINEWS, Asep Encu mengatakan, pihaknya mengaku tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari semua pihak, termasuk para guru, komite sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah” Insya Allah kedepan MAN 2 Kota Bandung lebih maju dan lebih berprestasi,”katanya. (Tatang/Agus).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *