Agustus 25, 2019

Dra. Hj. Popi Hopipah Malik: “Kita Punya 20 Ribu IKM di 31 Kecamatan”

Dra. Hj. Popi Hopipah Malik: “Kita Punya 20 Ribu IKM di 31 Kecamatan”
Photo Credit To Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Popi Hopipah Malik M.Si saat poto bersama jajaran dan para pelaku UMKM binaan Disperindag Kabupaten Bandung.

SOREANG | Kontroversinews.- Mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 1991, sosok Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Popi Hopipah Malik M.Si , sudah malang melintang menjabat diberbagai posisi pemerintahan. Beberapa diantaranya di bagian kepegawaian pada 2000.

Kemudian berlanjut mengikuti pendidikan dan pelatihan pada tahun 2000. Selanjutnya, pada 2003 dirinya mengemban tugas sebagai Camat Nagrek dan 2006 berlanjut ke Camat Cicalengka serta 2010 menjadi Kabag Pemerintahan dan 2011 di bidang otonomi daerah.

Puncaknya, ibu yang memiliki hobi berolahraga dan menyanyi ini diberikan tanggungjawab oleh Bupati Bandung sebagai Kepala Disperindag Kabupaten Bandung sejak 2013 hingga sekarang ini.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Popi Hopipah Malik M.Si

“Pak Bupati menempatkan saya di perdagangan. Mungkin beliau melihat saya buka konveksi hijab di rumah dan pengrajin IKM kerudung. Mungkin itu pertimbangannya,” ujarnya di Soreang, Kamis (1/8).

Dirinya mengungkapkan saat diberi amanah berupaya maksimal bekerja. Meski bukan hal yang ringan, dirinya berusaha bertanggungjawab dalam menjalankan tugas termasuk menentukan keputusan.

Hj.Popi mengatakan pada dinas yang dipimpinnya terdapat lima bidang yaitu agro, non agro, meterologi, SDP dan perdagangan dalam dan luar negeri. Kemudian, jumlah pasar yang ada di Kabupaten Bandung mencapai 8 pasar dengan jumlah staf ratusan.

Selama menjabat sebagai kepala dinas, ia mengaku banyak merasakan suka termasuk bersama Bupati mendorong IKM untuk maju.

“Kita punya 20 ribu IKM lebih tapi itu belum terfasilitasi semua tersebar di 31 kecamatan. Selama 1 tahun menciptakan wirausaha minimal 10 ribu,” ungkapnya.

Dengan mempunyai program membranding kemasan, pihaknya terus mendorong agar produk IKM masuk ke toko modern seperti Carefour, Indomaret, Borma dan Transmart. Selain itu agar dikenal masyarakat secara luas.

Hj. Popi menambahkan keberadaan IKM turut menurunkan pengangguran. Selain itu meningkatkan skil para pelaku usaha IKM di Kabupaten Bandung. Dirinya pun telah berhasil membangun kampung pandai besi di Mekar Maju Kecamatan Pasirjambu.

“Kita mendapatkan bantuan Rp 750 juta disana. Dengan dibuat kampung kampung desa menjadi kawasan wisata dan punya daya tarik,” katanya.

Disela-sela bertugas, dirinya mengaku selalu memperhatikan kesehatan dengan cara menjaga pola makan. Serta berolahraga. Baginya agar pikiran tetap sehat dan positif dirinya selalu mengikhlaskan dan berserah diri serta tidak berprasangka buruk kepada orang lain. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *