Maret 24, 2019

Gugus III Kab Bandung Siap Laksanakan UNBK

Gugus III Kab Bandung Siap Laksanakan UNBK
Photo Credit To Sejumlah siswa sedang mengikuti simulasi UNBK tingkat SMP

SOREANG | Kontroversinews.- Gugus III SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengungkapkan sebanyak 26 sekolah siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) pada 22-25 April mendatang. Sementara sisanya 14 sekolah masih ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Ketua Gugus III SMP, Karna Saputra S.Pd,  MM yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Cangkuang mengatakan pelaksanaan UNBK akan diselenggarakan di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Soreang dan Kecamatan Cangkuang. Dengan jumlah peserta sebanyak 5.120 siswa.

Ketua Gugus III SMP, Karna Saputra S.Pd,  MM

Menurutnya, ke 26 sekolah yang akan melaksanakan UNBK diantaranya SMPN 1 Soreang, SMPN 2 Soreang, SMPN Pasirjambu 1, SMPN 2 Pasirjambu dan SMPN 1 Cangkuang dan lainnya. Sementara SMP Swasta yaitu SMP Karya Pembangunan, SMP Al-Wafa, SMP Soreang Putra ( Sorput).

“Alhamdullilah untuk persiapan sudah siap, baik sarana dan prasarana yang nantinya digunakan UNBK, maupun kesiapan dari siswanya itu sendiri,” ujarnya, Kamis (14/3).

Menurutnya, mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Terkait sarana
komputer, server, dan teknisi sudah siap dan diharapkan tidak ada masalah.

Dirinya mengatakan target kelulusan 100 persen diharapkan bisa terealisasi. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan persiapan. Dengan melakukan simulasi UNBK dan try out, membahas soal yang akan diujikan.

“Simulasi dilaksanakan tiga kali, try out dua kali. Untuk try out mau lebih juga itu tergantung sekolah dengan guru mapel-nya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rancabali H. Nandang Komara SPd, MM. mengatakan untuk pelaksanaan UNBK SMPN 1 Rancabali akan dilaksanakan secara mandiri. Pihaknya optimis pelaksanaan ujian berjalan lancar.

“Kesiapan  untuk UNBK siap dilaksanakan di sekolahnya secara mandiri, pihaknya  mengaku optimis dan bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah siswa SMPN 1 Rancabali yang ikut UNBK tahun 2019 sebanyak  311 siswa. ”Mudah-mudahan tidak terjadi masalah saat pelaksanaan nanti,” ucapnya. Ia mengatakan, bagi siswa yang akan mengikuti UNBK telah diberi bimbingan Try Out (TO) dan simulasi.

Selain itu, untuk hari H pelaksanaan UNBK, pihak sekolah katanya masih dalam persiapan diantaranya menyiapkan 4 server dengan jumlah 104 unit Komputer untuk tiga shif.

Kepala SMP Soreang Putra (Sorput) Dede Haerul Saleh SPd. menyebutkan jumlah siswa yang akan ikut pelaksanaan  UNBK sebanyak  84 siswa dan akan dilaksanakan di sekolah secara mandiri.
Untuk persiapan, pihaknya telah melakukan belajar tambahan di sekolah kemudian juga membahas soal-soal ujian  tahun sebelumnya.

“Ini simulasi yang pertama dan akan di lanjut pada tangga 18-19 maret . Semoga SMP Sorput sukses dalam UNBK,”  katanya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kab. Bandung H. Maman Sudrajat SPd, M.M menyatakan  jumlah sekolah yang siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP pada 22-25 April 2019 sebanyak 204 SMP Negeri dan swasta, atau sekitar 68 persen dari total SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bandung sebanyak 323 sekolah.

Menurutnya, angka sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut, tentu sangat menggembirakan. Hal ini, kata Kabid , menunjukkan antusiasme pihak sekolah untuk bisa ikut UNBK. Meski sekolah yang ingin menggelar UNBK tersebut rata-rata belum semuanya memiliki fasilitas komputer dan server yang memadai.

Untungnya, kata H. Maman, dalam pelaksanaanya pihak SMP bisa bekerjasama dengan SMA atau SMK yang telah memiliki fasilitas lengkap.

“Seperti SMP yang sudah punya komputer dua kelas, sedangkan kebutuhan peserta UNBKnya ada tujuh kelas, nah mereka ini bekerjasama dengan SMA atau SMK di sekitarnya yang memang sudah punya fasilitas lengkap,” katanya.

Menurutnya, peserta UNBK tersebut melaksanakan ujian sebagian di SMA atau SMK, atau bisa juga SMP ini meminjam fasilitas yang ada di SMA atau SMK dengan dibawa ke SMP pelaksana UNBK. ( Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *