Agustus 19, 2018

Sidang Kedua Bigbos Miras Oplosan Dituntut Seumur Hidup

Sidang Kedua Bigbos Miras Oplosan Dituntut Seumur Hidup

Bandung | Kontroversinews.- Sidang ke dua Big Bos minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan puluhan warga Cicalengka, Kabupaten Bandung kembali digelar di PN Bale Bandung. Sebelumnya, sidang pertama dengan agenda dakwaan digelar, Rabu (25/7) lalu.

Pantauan, wartawan di persidangan,  Rabu (1/7/2018) sidang digelar sekitar Pukul 12.30 WIB di ruangan Oemar Seno Adji, yang dihadiri oleh terdakwa Sansudin Simbolon dan dua tersangka lainnya Hamciak Manik dan Julianto Silalahi dengan agenda sidang pembacaan keterangan saksi.

Sansudin dan Julianto mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, sementara Hamciak mengenakan pakaian berwarna putih. Ketiganya duduk di bangku sebelah kanan.

Selain itu, tiga orang saksi dari pihak kepolisian turut dihadirkan. Kepada salah satu saksi, sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Titi Maria Romlah menanyakan, prihal kronologi penangkapan Sansudin.

Salah satu saksi, Brigadir Rido yang merupakan Anggota Satreskrim Polres Bandung mengatakan, saat akan dilakukan penangkapan di kediamannya yang berada di wilayah Kecamatan Cicalengka, Sansudin melarikan diri ke Pekanbaru.

“Kami menangkap langsung di kebun sawit yang ada di wilayah Banyuasin, Pekanbaru. Samsudin tidak ada di rumah,” ujar

Polisi mengakap Sansudin di wilayah Pekanbaru, setelah sebelumnya berhasil mengamankan istrinya, Hamciak Manik dan salah satu agen atau anak buah Sansudin, Julianto Silalahi.

Selain itu, hakim juga menanyakan rupa miras oplosan dan alat untuk meracik miras oplosan yang digunakan oleh Sansudi.

Barang bukti berupa miras oplosan berwarna kuning, dikemas menggunakan botol minuman kemasan, bermerk minola ginseng diperlihatkan saksi kepada hakim.

Dua botol miras oplosan berwarna kuning dan bening, serta dua buah botol kemasan kosong disimpan di meja majelis hakim. Tidak hanya itu, alat peracik seperti ember pun turut diperlihatkan ke hadapan majelis hakim. Sidang ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh keluarga dan kerabat Samsudin Simbolon.

Karena majelis hakim belum berisitirahat, sekitar Pukul 13.50 WIB sidang di skors dan dilanjutkan sekitar Pukul 14.30 WIB.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendro Wasisto mengatakan, tiga terdakwa yang hari ini dihadirkan, untuk mengikuti sidang lanjutan  ke dua, dengan agenda keterangan saksi-saksi.

“Dari enam orang saksi baru hadir tiga orang yang terdiri dari anggota Satnarkoba dan Satreskrim Polres Bandung. Tiga orang lainnya yang tidak hadir yaitu saksi pembeli sekaligus korban,” kata Hendro.

Hendro berujar, tiga terdakwa dituntut hukuman seumur hidup. “Dakwaan kombinasi, berupa pasal 204 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan 204 KUHP ayat 1 yang ancamannya 15 tahun maksimal,” katanya.

Pihaknya menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup dengan alasan, dari awal dilakukan penyidikan dan penanganan oleh pihak penyidik Polres Bandung, pasal tersebut sudah diterapkan di dalam berkas perkara.

“Dari hasil mata penelitian penuntut umum, diluhat dari alat bukti sudah cukup dan patut diterapkan,” pungkasnya.(Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *