Agustus 22, 2018

Nunu Nugraha Lestarikan Seni Budaya Sunda

Nunu Nugraha Lestarikan Seni Budaya Sunda
Photo Credit To Resky Aditya Nugraha saat diarak menunggangi sisingaan (Singa Depok)

Bandung | Kontroversinews.- Banyak cara yang dilakukan warga Jawa Barat untuk  mengenal dan melestarikan kesenian. Cara ini dilakukan sebagai bentuk mengembangkan seni budaya daerah.

Salah satunya dilakukan oleh, Nunu Nugraha salah satu tokoh masyarakat sekaligus pencinta seni budaya di Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

“Kesenian yang digelar di antaranya Seni Budaya pencak silat, singa depok. Inilah cara Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku dan pecinta seni budaya untuk melestarikan, memperdayakan dan mengembangkan seni budaya daerah.

Nunu Nugraha salah satu tokoh masyarakat sekaligus pencinta dan pelaku seni budaya daerah yang tinggal di Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menampilkan seni budaya dalam acara syukur khitanan anaknya.

“Seni budaya yang ditampilkan pencak silat dan singa depok. Inilah cara kami melestarikan seni budaya masyarakat yang ada dilingkuangan Desa Lamajang,” kata Nunu kepada wartawan usai menggelar berbagai kesenian dan budaya adat di Lamajang. Minggu, (8/7)

Ia mengungkapkan, sebagai pelaku dan pecinta seni budaya daerah, dirinya akan selalu melestarikan dan menampilkan seni budaya yang dimiliki masyarakat dalam setiap acara yang digelarnya. “Alhamdulillah antusias masyarakat lamajang masih erat dalam memperdayakan kesenian yang ada disini,” ungakapnya.

Bersama istrinya Cici Nuraeni ia menuturkan, budaya merupakan ekspresi identitas yang dimiliki setiap masyarakat maupun wilayah. Maka dari itu ciri khas tersebut harus terus di lestarikan demi budaya yang terus terjaga.

“Dunia saat ini makin ekstrim, salah satu dampak yaitu budaya hampir hilang dengan gaya hidup sekarang ini yang semakin berbeda. Maka dari itu sebagai orang Bandung yang mayoritas berbudaya Sunda, dirinya mengajak agar tetap konsisten dan menjaga budaya,” jelasnya.

Salah satu mempertahankan budaya sunda yaitu menggelar kesenian pencak silat, nilai-nilai etnis dan mendekatkan masyarakat dengan kearifan lokal.

“Jadi jaman modern ini kita tidak boleh lupa dengan budaya, maka dari itu saya biasakan setiap.menggelar acara selalu menampilkan seni budaya. Seperti di acara khiatan anak kami juga menampilkan beberapa seni budaya,” ujar Nunu

Lanjutnya, budaya Sunda itu memiliki nilai kesetiakawanan sosial dan berempati. Hal ini membuktikan bahwa budaya bisa gotong royong dan saling membantu satu sama lain. “Intinya, mari terus lestarikan budaya agar memperkuat identitas dan jati diri daerah dan bangsa secara umum,” sambungnya.

Keluarga Nunu Nugraha beserta istri Cici Nuraeni dan Resky Aditya Nugraha.

Ia berharap, setiap acara besar yang diselenggarakan masyarakat ataupun pemerintah dapat memacu budayawan tetap produktif, baik dalam konteks pelestarian nilai nilai budaya daerah turut memajukan lingkungan seni budaya maupun membantu membentuk karakter bangsa.

“Saya yakin nilai nilai kearifan budaya merupakan kehidupan masyarakat yang berkarakter. Seperti antusias masyarakat lamajang dalam mempertahankan seni budaya, budaya adat masyarakat masih terjaga dengan baik dan mendapat sambutan dari masyarakat sekitar khusuanya,” harapnya

Nunu menambahkan, dengan menampilkan kesenian dan budaya adat masyarakat lamajang dalam acara syukuran khitanan anaknya. Untuk memberikan pengetahuan khusuanya kepada generasi dia, juga kepada generasi muda di dareahnya.

“Ini bukti pembelajaran kepada anak kami ananda Resky Aditya Nugraha. semoga kedepannya Resky bisa lebih mengenal seni budaya, agar selalu ingat daerah dimana ia dilahirkan,” pungkasnya melestarikan seni budaya masyarakat yang ada dilingkuangan Desa Lamajang,” tambahnya.

Menurutnya selaku pelaku dan pecinta seni budaya daerah, dirinya akan selalu melestarikan dan menampilkan seni budaya yang dimiliki masyarakat dalam setiap acara yang digelarnya.

“Alhamdulillah antusias masyarakat lamajang masih erat dalam memperdayakan kesenian yang ada disini,” tuturnya. (Lily Setia darma)  

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *