Juli 18, 2019

Kepsek SMAN 1 Ciwidey: Biaya yang Dibebankan pada Orangtua Siswa Legal

Kepsek SMAN 1 Ciwidey: Biaya yang Dibebankan pada Orangtua Siswa Legal
Photo Credit To Sejumlah siswa kelas XII sedang latihan Baris- berbaris di lapangan serbaguna SMAN1 Ciwidey desa Ciwidey Kec. Ciwidey Kab.Bandung , Senin ( 8/7)

CIWIDEY  | Kontroversinews – Orangtua siswa asal Ciwidey yang tidak mau disebut namanya saat ditemui di halaman sekolah Senin (8/7) mengatakan datang ke sekolah untuk membayar biaya masuk anaknya ke SMAN 1 Ciwidey.

“Tahun ini ada kenaikan biaya untuk kelas X harus membayar uang bangunan sebesar Rp 3 juta , uang seragam Rp 900 ribu dan uang SPP Rp 200 ribu perbulan,” katanya.

Ia mengaku ingin meminta kebijakan kepada kepala sekolah agar bisa dicicil oleh wali siswa. Namun, kepala sekolah yang hendak ditemuinya sedang tidak ada di sekolah.

“Mudah mudahan bisa dicicil karena uang yang saya punya hanya sebagian saja,” ujarnya yang saat ini belum mempunyai pekerjaan dan masih melamar-melamar.

Humas SMAN 1 Ciwidey Cecep Rahmat Hidayat MPd.,

Kepsek SMAN 1 Ciwidey, H. Dudi Rohdiana SPd, MM melalui Humas SMAN 1 Ciwidey Cecep Rahmat Hidayat MPd., saat di temui Kontroversinews.com diruang kerjanya ,Senin ( 8/7), mengatakan standar pembiayaan sekolah sudah diputuskan oleh pihak Provinsi Jawa Barat (Disdik). Sehingga biaya yang dibebankan ke orangtua siswa legal.

“Untuk besarannya ada grade A dan B. SMAN 1 Ciwidey yang memiliki 12 rombongan belajar masuk grade A sama kaya SMAN 1 Margahayu,” katanya.

Menurutnya, besaran uang SPP perbulan paling kecil sebesar Rp 200 ribu. Pihaknya mengambil kebijakan dana sebesar itu karena disesuaikan dengan kebutuhan siswa. “Itu kebutuhan kelas 10 itemnya lebih banyak. Angka Rp 200 ribu akan kembali dipakai siswa,” katanya..

Dirinya menambahkan, biaya bangunan dari Rp 2.5 juta menjadi Rp 3 juta mengalami kenaikan Rp 500 ribu. Hal itu diputuskan sebab sekolah memerlukan dana untuk melakukan pembangunan dan renovasi bangunan seperti untuk ruang BK dan laboratorium.

Selain itu, dengan jumlah siswa sebanyak 1216 maka pihaknya akan melakukan pembenahan kantin yang sudah tidak bisa menampung siswa. Dana yang akan digunakan diperkirakan melalui dana yang diambil dari siswa.

Dirinya menambahkan selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 berjalan lancar di SMAN 1 Ciwidey. Namun menurutnya masih ada sebagian orangtua siswa yang keberatan dengan sistem zonasi murni. Sebab hanya terdapat satu SMAN di wilayah Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali yaitu SMAN 1 Ciwidey.

“Pada intinya lancar, biat pemerintah baik pemerataan kualitas tapi di Ciwidey belum saatnya karena SMA negeri satu satunya dan sebaran keluar lulusan SMP dan sederajat banyak,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya menerima 12 rombel dengan tiap rombel diisi 36 orang siswa. Hal itu dilakukan mengingat animo masyarakat yang mendaftar besar dan banyak. Saat ini yang diterima sebanyak 408 siswa. (Lily Setiadarma )

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *