Juni 27, 2019

Kecamatan Rancaekek Terus Berinovasi Tangani Sampah Organik maupun Non Organik

Kecamatan Rancaekek Terus Berinovasi Tangani Sampah Organik maupun Non Organik
Photo Credit To Pemanfaatan sampah menjadi perahu yang terbuat dari bekas air botol mineral, di Kampung Buahdua desa Rancaekek weta dan di desa Sukamanah sudah di uji coba seperti pada photo di sungai Cikeruh.

SOREANG | Kontroversinews – Pemerintahan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung terus berinovasi dalam penanganan dan pemanfaatan sampah organik maupun anorganik. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga itu, pemerintahan Kecamatan Rancaekek bekerja sama dengan aparatur desa se-Kecamatan Rancaekek. Kegiatan tersebut tiada lain untuk mendukung misi Bupati Bandung 2020 bebas dari sampah.

Camat Rancaekek H.Baban Banjar mengatakan, dalam upaya mendukung misi Bupati Bandung 2020 bebas sampah di Kabupaten Bandung, pihaknya bersama aparatur kecamatan, desa dan pegiat lingkungan di Kecamatan Rancaekek terus berinovasi dalam pengelolaan sampah. Inovasi dalam pengolahan sampah dan lingkungan ini melibatkan Satgas Rancaekek Bagus.Tujuan akhirnya untuk mengendalikan banjir.

Camat Rancaekek H.Baban Banjar

“Kami kerja sama dengan saber pengelolaan sampah dan rekan-rekan lainnya, melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah. Bahkan, inovasi yang dilaksanakan warga di Desa Rancaekek Kulon ini belum ada di wilayah lainnya. Diantaranya, sampah organik dimanfaatkan untuk ternak magot. Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga dimasukkan ke dalam marumba (magot rumah mandiri), nantinya sampah itu menghasilkan magot,” papar H.Baban saat berbincang dengan Kontroversinews.com pekan kemarin.

Dijelaskan H.Baban , inovasi dalam pngelolaan sampah itu, saat ini sudah memperlihatkan karya nyatanya Dearah Rancaekek Kulon, Tegalsumedang, Rancaekek Kencana, Linggar dan desa lainnya. “Warga sudah memanfaatkan sampah anorganik atau sampah plastik menjadi kursi, pavingblok. Bahkan, saat ini sudah membuat perahu dari sisa sampah organik. Yaitu, membuat perahu dari 600 botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter. Masing-masing botol sudah terisi sampah plastik yang tidak terjual,” katanya.

Ia mengatakan, pembuatan perahu dari sampah anorganik itu dalam upaya mengurangi sampah plastik. Bahkan sampah plastik bisa digunakan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Alhamdulilah untuk pembuatan perahu pelastik sendiri sudah di pesan oleh Bapak Bupati , dan saat ini masih dalam proses pembuatan, imbuhnya .

Dikatakan H.Baban untuk memenuhi kebutuhan tersebut alhamdulilah ada Pegiat lingkungan yang juga Tagana Kecamatan Rancaekek Asep Mustofa hingga saat ini terus berusaha untuk merealisasikan pemanfaatan sampah menjadi perahu yang terbuat dari bekas air botol mineral.

“Prosesnya, sampah plastik dimasukkan ke dalam bekas botol mineral berisi 1,5 mml air.  Setelah botol itu terisi sampah plastik, tutupnya tetap dalam kondisi tertutup rapat. Sebanyak 600 botol bekas air mineral bisa membuat perahu. Perahu dari plastik ini, ringan dan bisa diangkat oleh dua orang dengan kapasiatas muata bisa 4-6 orang . Berbeda dengan perahu yang terbuat dari piber atau karet cukup berat,”katanya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *