Juli 21, 2019

Menteri Pariwisata Harapkan Kabupaten Bandung Jadi Destinasi Pariwisata Tingkat Nasional

Menteri Pariwisata Harapkan Kabupaten Bandung Jadi Destinasi Pariwisata Tingkat Nasional
Photo Credit To Dermaga Ponton yang menjadi salah satu spot swafoto baru di objek geowisata Kawah Putih Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. 

SOREANG | Kontroversinews – Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., mengharapkan Kabupaten Bandung menjadi destinasi pariwisata tingkat nasional. Bahkan dengan kehadiran dirinya itu ingin menjadikan Kabupaten Bandung menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Arief Yahya mengungkapkan hal itu saat menghadiri rapat koordinasi pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Bandung di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab. Bandung di Soreang, Jumat (17/5/2019).

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bandung dan Provinsi Jabar, selain para pegiat pariwisata Kabupaten Bandung dan Jabar.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata itu, Arief Yahya mengatakan, presiden sudah menetapkan pariwisata sebagai sumber unggulan, sehingga lembaga BUMN maupun menteri-menteri lainnya untuk mendukungnya pada sektor pariwisata tersebut.
“Dari sektor pariwisata itu menjadi sumber devisa terbesar. Yang jelas pariwisata akan menghasilkan devisa terbesar” ungkapnya.

Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., pada koordinasi pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Bandung di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab. Bandung di Soreang, Jumat (17/5/2019).

Arief Yahya turut menjelaskan tentang wisata halal di Indonesia. Ada tiga daerah yang sudah ditetapkan menjadi wisata halal di Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat, dan Jawa Barat.  “Indonesia peringkat pertama wisata halal. Salah satu Kabupaten Bandung terbaik wisata halalnya,” kata Arief.

Ia juga mengungkapkan kepada masyarakat jangan resah dengan adanya wisata halal. NTB, dengan lokasi pariwisatanya di Lombok, dulunya bergantung wisata Bali. Pasalnya, Lombok menjadi pilihan kedua wisatawan setelah Bali, sehingga kunjungan wisatawan mencapai 1 juta orang.

“Setelah bertemu dengan Gubernur NTB, saya memutuskan NTB masuk wisata halal. Begitu masuk, NTB menjadi destinasi wisata kwlas dunia nomor satu, dengan kunjungan wiaatawan tembus 2 juta orang,” jelasnya.

Arief mengatakan, banyak para wisatawan yang senang dengan wisata halal. Di antaranya, wisatawan asal Korea, Jepang dan negara lainnya. “Wisata halal itu lebih inklusif, rahmatan lilalamin,” ungkapnya.

Ia juga turut mengungkapkan bagaimana bangsa Indonesia bisa memenangkan persaingan. Arief pun berharap, pariwisata di Indonesia bisa msnjadi pariwisata terbesar dan terbaik.
“Dari sektor pariwisata itu bisa menghasikan devisa terbesar. Pariwisata Indonesia berada pada tingkat keenam di dunia, kita memiliki budaya dan alam yang terindah di dunia,” ungkapnya.

Dengan keindahan alam di Indonesia, katanya, wisata di Indonesia wajib dikunjungi. “Alam kita indah. Dan berkali-kali menteri menerima penghargaan,” ungkapnya.

Arief menjelaskan, pada 2016 lalu, Kementerian Pariwisata sudah menerima 46 penghargaan, pada 2017 menerima 27 penghargaan dan 2018 menerima 15 penghargaan. Puluhan penghargaan yang sudah diterima kementerian itu berkaitan dengan Indonesia merupakan salah satu pariwisata terbaik dan terbesar di dunia.

Arief mengatakan, pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat. Pertumbuhan pariwisata di Indonesia tercepat di dunia, bahkan msnjadi yang terbaik di ASEAN, setelah kompetitor Indonesia adalah Malaysia dan Thailand. Pertumbuhan pariwisata Indonesia masuk pada peringkat 9 dunia. (Lily Setiadarma)

 

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *