Juni 27, 2019

Tiga Kecamatan Masih Terendam Banjir

Tiga Kecamatan Masih Terendam Banjir

BALEENDAH |  Kontroversinews – Banjir akibat luapan sungai Citarum di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot masih merendam pemukiman. Dengan ketinggian bervariasi dari 10 cm hingga 2 meter lebih. Akses jalan Dayeuhkolot menuju Baleendah dan Banjaran pun masih terputus.

Berdasarkan pantauan, akses jalan mulai terputus sejak di jalur Moch Toha-Dayeuhkolot, tepatnya didepan pabrik Metro. Kemudian banjir merendam akses jalan Dayeuhkolot-Ciparay, di depan pasar Dayeuhkolot dan jalan Siliwangi. Serta akses jalan ke Banjaran dan Andir-Katapang.

Masyarakat yang hendak melintas jalur tersebut terpaksa menggunakan delman dengan membayar Rp 10 ribu perorang dan perahu yang disediakan oleh TNI Angkatan Udara. Selain itu, terdapat warga yang juga memaksakan berjalan kaki mrlintasi banjir. Aktivitas di Pasar Dayeuhkolot dan pemukiman lumpuh akibat banjir.

Salah seorang warga, Usron (65) warga Kampung Jambatan, RW 09 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah mengaku sudah dua hari terakhir banjir besar merendam tiga kecamatan. Namun, secara umum banjir naik turun terjadi dalam tiga bulan terakhir.

“Kemarin (banjir) naik jam enam pagi sampai siang. Sekarang surut sekitar 30 cm. Semalam sempat banjir naik jam 24.00 Wib apalagi hujan deras. Di pemukiman warga sampai tiga meter,” ujarnya, Jumat (5/4).

Ia mengungkapkan, saat ini aktivitas di tiga kecamatan yang terendam lumpuh. Sebagian masyarakat memilih bertahan di rumah yang memiliki lantai dua sebab takut barang-barang hilang.

Dirinya berharap masalah banjir ada penyelesaian sebab masyarakat sudah lelah dan cape. Termasuk bantuan agar segera bisa dikirimkan kepada masyarakat terkena banjir. ( Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *