Mei 23, 2019

Cerita Op Benget Penjual Mangga Musiman di Samosir Modal Koperasi.

Cerita Op Benget Penjual Mangga Musiman di Samosir Modal Koperasi.

Samosir | Kontroversinews.-Di era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, berbagai program guna untuk peningkatan pelayanan sosial dasar terhadap warga negara Indonesia, mulai dari program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras rastra, bedah rumah dan lainnya telah dilakukan.
Semuanya itu merupakan upaya pemerintah dalam pengurangan kemiskinan dan permasalahan gizi buruk (stunting).

Sebagian besar dari program itu,  telah dirasakan banyak warga Indonesia, namun belum dengan Pinnaria Pandiangan (66) alias Op Benget Simanihuruk, warga Huta Binanga Borta, di Dusun I, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Op Benget yang sudah menjanda sejak tahun 1989 memiliki 7 orang anak, 5 diantaranya laki-laki dan 2 perempuan, kini hidup satu rumah dengan anak ketiganya yang mempersunting Boru Pasaribu dikaruniai 3 anak, cucu Op Benget.

Mengisi kesehariannya yang harus membantu menghidupi rumah tangga anak (mengalami sedikit gangguan mental sepulang merantau dari Tangerang), menantu dan ketiga cucunya yang sudah 7 bulan bersamanya, Op Benget kini menjadi pedagang mangga musiman dan jajanan ringan seperti kerupuk dengan mengandalkan uang pinjaman dari koperasi harian dipinggir jalan nasional, di Binanga Borta, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan.

Selain berjualan, Op Benget yang juga terampil dalam pembuatan ulos (Bertenun) Karo sejak tahun 1970, tetapi karena faktor usia yang sudah masuk kategori Lanjut Usia (Lansia), kini hanya mampu menenun sebanyak 3 lembar dalam 1 bulan, dengan modal 1 lembarnya Rp 200.000, dijual seharga Rp 300.000/lembar. Hasil itulah dipergunakannya untuk mencukupi kebutuhan dapur.

Wartawan menyambangi Sabtu 9/3/19 Op Benget yang kini tinggal di rumah berdinding papan berlantaikan tanah, berharap mendapat perhatian dari pemerintah, dimana selama ini belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, selain raskin dan 1 unit tenda kerucut, 1 buah lemari yang diberikan pemerintah Kabupaten Samosir 2017 lalu yang kini digunakannya untuk jualan mangga dan kerupuk.

“Pernah dapat bantuan 1 unit tenda dan 1 buah lemari dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Itu diberikan tahun 2017 lalu. Selain itu, belum pernah terima bantuan. Kalau dari desa paling raskin dan baju seragam lansia di 2018 kemarin,” tutur Op Benget.

Diceritakan, berjuang menghidupi ketujuh anak-anaknya selama ini, dengan kondisi perekonomian yang hanya pas-pasan, hanya dapat pasrah dengan selalu mengandalkan doa, berharap anak-anaknya mendapatkan kehidupan yang layak.

Berdagang mangga dengan modal pinjaman koperasi harian, Op Benget hanya bisa sedikit ada keuntungan ketika dimusim libur. Hari-hari biasa, penjualan hanya mencapai Rp 50.000.

“Untuk bisa berputar, saya pinjam koperasi harian. Mangga ini saya beli dari toke. Mau saya beli sampai 50 kg, tapi kadang dalam satu hari 1 kg pun tidak terjual. Kadang 50 kg baru habis dalam seminggu,” kata Op Benget.

Paling sambung Op Benget, kalau musim libur, bisa menjual sampai 20 kg. “Hanya musim libur yang bisa habis hingga 20 kg. Kalau hari biasa, kadang hanya 1 kg, kadang tidak ada yang terjual,” ucap Op Benget.

Selain berharap perhatian dari pemerintah, Op Benget juga meminta perhatian pihak PLN atas meteran PLN berdaya 450 watt dirumahnya yang kurang stabil.

“Kalau sudah memasak nasi menggunakan penanak nasi (rice cooker), semua lampu harus dimatikan. Kalau tidak meteran langsung balik. Tolonglah agar diperbaiki PLN,” pinta Op Benget.

Lagi, sebagai pedagang dipinggir jalan, Op Benget juga mau memperhatikan kebersihan disekitar tempatnya berjualan. Untuk itu Op Benget juga ingin difasilitasi tong sampah. “Saya mau bayar, asallah dibuat tong sampah disini,” ujar Op Benget.

Diakhir perbincangan, Op Benget berharap besar adanya perhatian pemerintah, apalagi terhadap anak yang kini tinggal bersamanya dan sudah memiliki anak, kiranya layak sebagai penerima PKH.

Pinnaria Pandiangan (66)  alias Op Benget Simanihuruk pedagang mangga musiman modal pinjaman koperasi harian.
Rumah tinggal Op Benget dengan anak ketiganya, menantu dan 3 cucu berdinding papan, berlataikan tanah.(ps)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *