Maret 25, 2019

Kepala Sekolah “Rakus dan Nakal” Harus Ditindak

Kepala Sekolah “Rakus dan Nakal” Harus Ditindak

Samosir | Kontroversinews.- H.S selaku kepala Sekolah mengecewakan seorang Anak yatim murid SDN 26 Simanindo Sangkal. Ajeng elisia pakpahan menangis akibat kenakalan kepala sekolah H.S yang meminta uang tunai Rp,300.000 dari hadiah penghargaan kejuaraan olimpiade tingkat SD se kabupaten Samosir Rabu 20/2/19.

Ajeng elisia pakpahan Anak yatim yang sudah lama ditinggalkan Bapaknya akibat meninggal dunia. Ajeng elisia pakpahan salah satu murid siswi SDN 26 Simanindo Sangkal kecamatan Simanindo kab Samosir, yang mengewakili olimpiade tingkat SD se kab Samosir dari SDN 26 Simanindo Sangkal.

Ajang elisia pakpahan salah satu juara ll dari jurusan IPA. namun Ajeng elisia pakpahan merasa kesal dan melaporkan ke ibunya tentang uang tunai Rp 300.000  yang diminta kepala Sekolah H.S untuk dibagi bagi ke teman temanya yang ikut olimpiade tapi bukan ikut dari sebagai jura(penerima hadiah).

Ajeng elisia pakpahan melaporkan kepada Ibunya melalui telepon seluler ke perantauan. Ibu korban pun langsung menghubungi via telepon selulernya ke salah satu Guru SDN 26 untuk menanyakan kamis 21/2/19 sekitar pukul 19:35 wib apakah betul hal tersebut terjadi. Namun Guru yang di hubungi ibu Ajeng tersebut menjawab via telepon tidak tau atas laporan Ajeng tentang perkataan kepala sekolah bahwa ada kejadian tersebut, dan gurunya pun mersa heran mendengar dan menjwab tidak mungkin ada hal seperti itu.

Padahal korban sempat menitip uang tunai Rp 250.000 ke tantenya karena uang yang Rp 50.000 sudah di minta wali kelasnya Resti s. Namun korban pun berjanji untuk mebawakan uang tersebut kepada kepalah Sekolah, jumat 22/2/19 pukul 09:00 wib H.S langsung mendatangi korban keruang kelas 5 untuk meminta Sisa uang sesuai janji korban dengan H.S, dan H.S pun sempat menawarkan Rp 20000 karena ketakutan korban pun menolak sambil mengatakan nggausah ibu terimakasih.

Karena merasa tidak terima sikap kepala Sekolah H.S, Orang tua korban dan pihak keluarga akan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Dinas pendidikan kabupaten Samosir Drs Ricardo Hutajulu Mpd untuk menindak tegas. Kalau memang Bapak kepala Dinas pendidikan kabupaten Samosir Ricardo Hutajulu tidak menindaklanjuti persoalan ini kami pun langsung melaporkan ke penegak hukum ujarnya via telepon seluler.(ps)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *