Maret 26, 2019

IJTI Bandung Raya dan PWI Deklarasi Pemilu 2019 Damai

IJTI Bandung Raya dan PWI Deklarasi Pemilu 2019 Damai
Photo Credit To Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan poto bersama jajaran Muspida Kabupaten Bandung, Ketua PWI Kab. Bandung dan Muspika Kecamatan Ibun di Rest Area Cukang Monteng, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

IBUN | Kontroversinews.- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kordinator Daerah Bandung Raya dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan deklarasi Pemilu 2019 damai. Ada yang unik dalam deklarasi ini, ratusan peserta berikrar tanpa mengenakan alas kaki atau dalam Bahasa Sunda ‘nyeker’.

Pantauan, Minggu (24/2/2019) kegiatan yang mengusung tema ‘FAKE NEWS’ ini digelar di Rest Area Cukang Monteng, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

Deklarasi ini dibuka langsung Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan dan dihadiri oleh Ketau KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya, Humas Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia, Muspida Kabupaten Bandung, Muspika Kecamatan Ibun dan ratusan warga Kecamatan Ibun.

Untuk mencairkan suasana, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mngajak sekitar 500 warga berkumpul ke tengah lapang dan membentuk lingkaran dengan berpegangan tangan. Indra juga mengajak warga untuk melepas alas kaki atau nyeker.

“Jika kita mencintai alam, mari kita buka alas kaki, ini bukti kita menghargai alam,” kata Indra.

Indra juga, bercerita soal pentingnya menjaga keutuhan NKRI menjelang Pemilu 2019. Menurutnya, masyarakat jangan sampai terpecah belah yang diakibatkan oleh berita bohong. Indra mengajak, ratusan masa yang hadir agar berperan aktif melawan hoaks, sesekali Indra juga berteriak “NKRI.” dan dijawab oleh masyarakat “Harga mati.”

Crew IJTI Bandung Raya pada kegiatan deklarasi Pemiku 2019 damai dengan mengusung tema ‘FAKE NEWS’ ini digelar di Rest Area Cukang Monteng, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

“Tidak mudah untuk bisa menyatukan Indonesia. Tapi, para pahlawan terdahulu kita bisa berhasil menyatukan Indonesia. Keberagaman yang ada jangan sampai menyebabkan suatu perpecahan, perbedaan ini menjadi kekuatan kita, ” ungkapnya.

Indra menuturkan, adanya perbedaan dalam memilih itu adalah hal biasa, pilihlah pemimpin yang Anda ingin, yang penting pemilu berlangsung aman dan lancar.

“Ingat kita NKRI, sama-sama Indonesia, sebaiknya kita tidak bertengkar, kita harus menjaga falsafah Pancasila ini, tidak ada pilihan lain selain menjaga Indonesia dan NKRI harga mati,” tuturnya.

Usai memberi pemaparan, soal pentingnya menjaga NKRI, Indra juga mengajak masyarakat melakukan penanaman pohon. Menurutnya, daripada membaca berita hoaks mending melak tangkal (pohon).

Selain limbah, kerusakan hulu Sungai Citarum memberi dampak bagi wilayah hilir. Tak jarang, bamjir dan longsor terjadi khususnya di wilayah hilir.

“Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia, sekarang ada program presiden Citarum Harum, kita termasuk berada dalam hulu (hidup di hulu sungai), kalau hulu bagus hilirnya juga pasti bagus,” ujarmya.

“Hari ini kita berkumpul disini, kita bantu program nasional, kita menanam disini yang nikmati anak-anak penerus bangsa nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Bandung Raya Rezytia Prasaja menuturkan, kegiatan deklarasi damai ini digelar atas keresahannya selama ini terhadap banyaknya berira hoaks yang bertebaran menjelang Pemilu 2019.

“Kami harap dengan kegiatan masyarakat dapat membedakan mana berita benar dan mana berita hoaks. Semoga setekah kegiatan ini masyarakat Kabupaten Bandung bisa bersama-sama meangkal berita hoaks,” pungkasnya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *