Juli 21, 2019

Rangkap Jabatan Kepsek Picu Kecemburuan

Rangkap Jabatan Kepsek Picu Kecemburuan
Photo Credit To Sekokah SDN 1 Indragiri Kepsek Sunarya atau akrab di sapa Ajang, adalah PNS sesuai SK Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dan menjabat jadi Kepsek di SMP Asalam desa Sukaresmi Kec. Rancabali.

Rancabali | Kontroversinews.-Isu rangkap jabatan Kepala Sekolah di Kecamatan Rancabali menjadi buah bibir, yang memicu kecemburuan di dunia pendidikan.

Ketu (LPKN) Lembaga Pemantau Korupsi Nasional DPW Jawa Barat Jony Pane mempertanyakan, kalau melihat aturannya tidak boleh harus memilih salah satu sekolah.

“Tentunya, saya mempertanyakan dimana aturannya dan apakah boleh kepala sekolah menjadi pimpinan di dua sekolah atau merangkap,” kata Jony di Soreang, Kamis (17/1/2019)

Menurut bocoran, salah satu kepala sekolah yang rangkap jabatan ada di Kecamatan Rancabali . Dia jadi kepala sekolah di SMP Swasta Asalam desa Sukaresmi dan SD Negri Indragiri 1 desa Indragiri Kec. Rancabali.

” Sudah lama menjabat Di SMP Asalam dan menjabat di SD Negri 1 sebagai Kepala sekolah, namun ironisnya tidak ada teguran dari UPT setempat maupun Disdik Kab. Bandung” ujarnya.

Ia menyambungkan, artinya kalau guru dan Kepsek tidak boleh meninggalkan sekolah saat jam pelajaran.

Apabila Kepsek tersebut merangkap jabatan, berarti salah satu sekolah dipimpin olehnya itu harus ditinggalkan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), terlebih sekarang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Sekolas (US) SD dan UNBK tingkat SMP .

“Seperti yang diketahui, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah hanya satu, jadi dia punya dua SK kalau begitu dong. Nah, aturan dari mana itu,” ujar, Jony

Sementara, Kepala SD Negri Indragiri yang juga Kepsek SMP Asalam , Sunarya akarab dipanggil (Ajang) saat di hubungi Kontroversinews melalui sambungan telpon selularnya, Kamis (17/1) berkali-kali di telpon tidak aktip.  (Lee )

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *