Desember 10, 2018

Pengangguran di Kabupaten Bandung Tahun ini Diprediksi Mencapai 5 persen

Pengangguran di Kabupaten Bandung Tahun ini Diprediksi Mencapai 5 persen

Kab Bandung | Kontroversinews.- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung mengungkapkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan salah satu faktornya karena kondisi perekonomian global yang tengah tidak membaik. Terlebih beberapa perusahaan di Kabupaten Bandung mengunakan bahan baku impor.

“Tahun lalu angka pengangguran di Kabupaten Bandung 3.92 persen, tahun ini diprediksi mencapai 5 persen karena ada berbagai macam dinamika di lapangan,” ujar Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Bandung, Yosef Rahmat kepada wartawan, Rabu (5/12).

Dirinya mengungkapkan, jika dijumlahkan 3,92 persen angka pengangguran mencapai 370 ribu orang. Sedangkan 5 persen kurang lebih mencapai 500 ribu orang pengangguran.
Menurutnya, selain faktor ekonomi global penyebab lainnya adalah pelajaran di sekolah tidak berbanding lurus dengan kebuuhan di dunia kerja. Bahkan ia mengaku melihat di media massa jika pengangguran terbanyak berada di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ke depan harus ada penyesuaian. Kalau dulu hard skill sekarang ke soft skill,” ungkapnya.  Ia menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan pengangguran dengan cara menyelenggarakan job fair yang akan dilaksanakan satu pekan mendatang.

Yosef mengatakan job fair yang akan dilaksanakan pada pertengahan Desember akan diikuti oleh 85 perusahaan dengan jumlah lowongan pekerjaan mencapai 1803 lowongan. Diharapkan selain terserap di dunia pekerjaan formal, mereka juga bisa menjadi entrepreneur mandiri.
“Lowongan pekerjaan di tingkat manajemen sampai operator. Bahkan ada lowongan tenaga pengajar di swasta. Kita melaksanakan bursa job fair berharap semaksimal mungkin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung, Rukmana mengungkapkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung naik dibanding tahun sebelumnya. Hal itu terjadi diakibatkan oleh kerisi ekonomi, PHK, dirumahkan dan lainnya.

“Kita genjot terus supya jumlah pengangguran berkurang,” ujarnya. Oleh karena itu pihaknya berharap agar job fair bisa meminimalisasi angka pengangguran. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *