Desember 10, 2018

Ekbang Desa Gewok Kebingungan, Kelola Anggaran P3AI  

Ekbang Desa Gewok Kebingungan, Kelola Anggaran P3AI  
Photo Credit To Ekbang Maman saat memperlihatkan tabungan bank dan kelukesahnya
Kuningan | Kontroversinews.- Program percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air pada Irigasi Kecil ( P3AI ) Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat tani dalam rehabilitasi irigasi kecil secara partisipatif di wilayah pedesaan, Rehabiltiasi irigasi kecil secara partisipatif merupakan wujud pemberdayaan masyarakat tani secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi kecil.
Desa Gewok Kec.Garawsngi contohnya dengan ketua bernama ekbang Maman Sukirman sekretaris Daeng dan bendahara  Haerudin serta pelaksana Edo sardar dengan TPM pendamping Ade  Wahab berlokasi di blok Bajing, penerima manfaat Program P4-ISDA-IK atau yang dikenal saat ini adalah  P3AI telah menerima bantuan  yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat Melalui Kementerian  Pekerjaan Umum melalui Balai Besar wilayah sungai cimanuk cisanggarung Cirebon Dalam penuturannya kepada beberapa mefua, Maman Ekbang dirinya menyampaikan Apresiasi yang setinggi – tingginya  kepada Pemerintah yang telah mengucurkan Program berupa P4-ISDA-IK yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Petani khususnya di desa Gewok karena sejak lama mengharapkan program berkelanjutan yang di gagas dari mulai  tahun 2010 di balai Besar WSCC ini ,dan alhamdulilah di tahun ini dirinya bisa kebagian program sehingga antusias warga pun terlihat untuk merealisasikan program tersebut ke arah yang lebih baik dan dibutuhkan di masyarakat petani
Proses pemberdayaan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, pengelolaan jaringan irigasi kecil dengan melibatkan peran masyarakat sebagai pelaksana kegiatan. Pemberdayaan masyarakat Petani melalui P4-ISDA-IK bertujuan untuk memperkuat dan menigingkatkan kemandirian masyarakat tani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi telah dilaksanakannya kepada pembangunan tepat guna tepat sasaran hingga kegiatan program  dengan jumlah anggaran Rp.195 juta dan turun dua termin yang pertama 70% Rp.131 jutaan dan termin ke II sisanya.
Namun dibalik semua itu disampaikan Maman Sukirman sebagai ekbang merasa bingung dan pusing atas adanya interpensi dari kepala desa yang tidak diberi keleluasaan bagi dirinya untuk mengelola anggaran sehingga semuanya selalu atas perintah kades, padahal anggaran ini adalah mutlak dikelola oleh mitra cai dan ekbang sebagai ketua.
Dirinya pun dengan gamblang dan begitu polosnya menceritakan kepada beberapa awak media yang hadir pada waktu itu serta memperlihatkan sebuah buku tabungan kelompok mitra cai, yang mengatakan tadi saya udah mengecek dan  mencairkan yang termin kedua sejumlah Rp 56 juta lebih namun sayang tidak bisa dicairkan  di Bank BRI cabang Garawangi ya dengan alasan uang kas Banknya lagi kosong .,ungkap Maman menceritakan kelukesahnya tadi di Bank .
Dirinya juga mengakui kalau saja sekarang bisa cair mungkin uangnya bisa dipake beberes utang ke material, yang mana menurutnya dari anggaran termin pertama Rp.131 jura lebih semua kebutuhan untuk pajak 4% , untuk konsultan atau TPM 5% dan untuk kegiatan dilapangan semuanya sudah beres, kalau pun ada utang diperkirakan menurutnya hanya Rp.15 atau Rp.20 jutaan sisa utang ke material, sementara sisa uang yang belum diambil hampir Rp 56 jutaan dari termin ke II.
Mendengar pengakuan ekbang Maman yang begitu polos menceritakan kelukesahnya,ketika disampaikan pada kepala desa Gewok Acep Suherman, dirinya malah terkesan arogan dan Korang Maring bahkan dengan lantang mengatakan bahwa benar saya yang atur dan perintahkan bahkan dengan lantangnya ekbang Maman dipanggil dan dimaki maki depan awak media dan mengatakan ngapain ngomong ngomong ke wartawan masalah program dan masalah keuangan. Udah kalau gini caranya saya panggil Kanit Polsek bahwa awak media mencari cari masalah.akunya.
Padahal niat  ekbang menceritakan kelukesahnya mungkin ada niatan baik untuk kemajuan pembangunan atau mungkin  dia pingin ada ketransparanan dan profesional kerja bahwa ini semua kewenangan mitra cai bukan kewenangan desa, seperti dalam pengakuannya dirinya merasa capek dan tidak mengenal waktu bersama dengan masyarakat supaya kualitas kerja bagus dan kokoh dari hasil kegiatan dilapangan, sehingga aggaran lebih mungkin akan dikelola dan siarahkan kepada perpanjangan kegiatan atau kebutuhan lain untuk kemajuan petani tidak seperti sekarang yang segala sesuatunya diatur dan diperintah oleh kades sehingga sisa anggaran lebih pun setelah di cairkan dirinya mengaku bingung dengan sisa anggaran masih besar itu. (Alek/ds/ags)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *