April 26, 2019

PKBM di Kab Bandung Belum 100 Persen Ikuti UNBK Mandiri

PKBM di Kab Bandung Belum 100 Persen Ikuti UNBK Mandiri

Kab Bandung | Kontroversinews.- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di Kabupaten Bandung belum 100 persen bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018-2019 secara mandiri. Dari total 68 PKBM yang terdata Dinas Pendidikan hanya sekitar 5 PKBM saja yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

“Insyallah yang sudah siap mandiri (UNBK) ada lima. PKBM di Kecamatan Arjasari, Majalaya, Ibun dan Cileunyi. Sisanya belum ada laporan,” ujar Ketua PKBM Kabupaten Bandung, Drs. H. Furqon Nurhakim, Ahad (18/11).

Menurutnya, mereka yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri akan ikut ke SMA yang sudah mandiri. Ia mengaku kendala yang dihadapi oleh PKBM terkait UNBK mandiri adalah ketiadaan sarana komputer.

Ketua PKBM Kab. Bandung Drs. H. Furqon Nurhakim

Dirinya mengungkapkan tidak semua PKBM memiliki komputer yang lengkap. Adapun, bantuan alat komputer dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang bersumber dari APBD hanya 5 unit. Saat ini pihaknya tengah menggenjot latihan persiapan UNBK kepada siswa.

“Saya memohon kepada pemerintah Kabupaten Bandung agar PKBM bisa mandiri UNBK bisa dilengkapi sarana dan prasarananya yaitu laptop maupun komputer,” katanya. Dirinya berharap agar seluruh peserta UNBK kesetaraan paket A, B maupun C dari PKBM bisa lulus semuanya.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdik Kabupaten Bandung, Hj. Sri Laksmi SPd, MM.Pd. mengungkapkan PKBM yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai akan bekerjasama dengan sekolah formal yang memiliki fasilitas lengkap terutama komputer.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya saat ini baru mendapatkan petunjuk teknis terkait calon peserta ujian dan Desember mendatang akan mulai melakukan sosialisasi. “Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi diharapkan sesegera mungkin mendaftarkan orang perorang nama peserta,” katanya.

Ia mengungkapkan anggaran sarana dan prasarana untuk pendidikan non formal belum maksimal meskipun terus diperhatikan. “Kita terbatas dananya jadi tidak semua mendapatkan (sarana),” ungkapnya. (Lily Setiadarma)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *