Juli 21, 2019

Heboh Murid SD Tikam Rekannya, Orangtua Korban Tuding Kematian Anaknya karena Sekolah Lalai

Heboh Murid SD Tikam Rekannya, Orangtua Korban Tuding Kematian Anaknya karena Sekolah Lalai

GARUT | Kontroversinews.- Pihak keluarga korban penikaman murid SD di Kabupaten Garut, menuding, kejadian tersebut adalah kelalaian dari pihak SDN 1 Cikandang, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Dari informasi sebelumnya, seorang murid SD bernama FDL (12), warga Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, tewas ditikam oleh rekan satu kelasnya MH (12) pada Sabtu (21/7/2018).

Tewasnya FDL ini, diduga karena MH kesal dan menuduh FDL telah menghilangkan buku pelajaran, lalu menimbulkan perkelahian di antaranya keduanya dan berujung tindakan penikaman.

Feri, orangtua korban, mengatakan, seharusnya pihak sekolah tidak membiarkan anak membawa benda tajam selama jam pelajaran dengan alasan apapun.

“Akibatnya, anak saya yang menjadi korban dan seakan-akan sekolah tutup telinga,” kata Feri seperti dikutip TribunJabar di Kampung Barukai, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (24/7/2018).

Maka dari itu, ia menuntut pihak sekolah untuk segera menerapkan peraturan mengenai larangan membawa benda tajam ke dalam sekolah.

“Jangan sampai ada korban lagi, sekolah harus jadi tempat aman,” katanya.

Kepala Sekolah SDN 1 Cikandang, Wawan Sopian, mengatakan, kejadian tersebut terjadi setelah kedua murid itu mengikuti pelajaran prakarya seni.

“Di pelajaran itu anak-anak disuruh bawa gunting untuk bikin prakarya,” kata Wawan.

Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah, menyayangkan adanya kejadian itu dan akan menerapkan larangan membawa benda tajam ke sekolah.

“Akan diterapkan, supaya tidak ada kejadian serupa,” katanya

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Heboh Murid SD Tikam Rekannya, Orangtua Korban Tuding Kematian Anaknya karena Sekolah Lalai.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *