Mei 23, 2018

Suasana Hening Bantu Otak Menyimpan Memori Lebih Kuat

Suasana Hening Bantu Otak Menyimpan Memori Lebih Kuat

Kontroversinews.com – Memori adalah suatu hal yang lucu. Terkadang, semakin keras kita mencoba mengingat sesuatu, semakin jauh ingatan itu untuk dijangkau. Di sisi lain, saat lain waktu, kita justru dapat dengan mudah mengingat kembali momen-momen hidup yang sudah lama disimpan dan dilupakan.

Para peneliti dari Universitas Heriot-Watt di Edinburgh, Skotlandia, percaya, mereka sudah menemukan hubungan antara seberapa baik kita mengingat sesuatu dan kondisi di mana memori asli terbentuk. Dan percayalah, tips yang diberikan mereka dapat membantu kita meningkatkan kemampuan pembentuk memori .

Studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports berusaha menentukan apakah momen segera setelah kejadian dapat memengaruhi kualitas memori yang terbentuk darinya. Mereka menemukan, lingkungan yang tenang berkontribusi pada retensi memori yang jauh lebih baik daripada apa pun. Keheningan benar-benar membantu membangkitkan memori dan memperkuatnya, memungkinkan mereka untuk diingat dengan detail yang lebih besar di lain waktu.

“Kami pikir istirahat yang tenang itu bermanfaat karena kondusif untuk memperkuat ingatan baru di otak, mungkin dengan mendukung reaktivasi otomatis mereka,” ungkap pemimpin studi Dr Michael Craig. Kendati demikian, Craig mengatakan, mereka tidak tahu persis bagaimana cara kerja penguatan memori ini.

“Apakah istirahat dengan suasana tenang memungkinkan kita menyimpan lebih banyak informasi, atau apakah itu juga membantu kita mempertahankan ingatan yang lebih rinci,” katanya.

Untuk menguji teori mereka, para peneliti melakukan penelitian dengan membangun tes ingatan dari awal. Tes ini dirancang tidak hanya untuk mengukur seberapa baik memori disimpan di otak seseorang, juga seberapa rinci memori itu sendiri sebenarnya. Mereka dengan cepat menemukan bahwa istirahat yang tenang di saat-saat setelah ujian memungkinkan para peserta untuk mengistirahatkan sedikit ketajaman otak dan mengingatnya kemudian. Hal ini menunjukkan, memori itu disimpan lebih detail, daripada mereka yang tidak beristirahat saat ujian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *