Februari 19, 2019

Ultah ke-3, BPR Kerta Raharja Janji Tingkatkan Kualitas Layanan pada Nasabah

Kab Bandung | Kontroversinews.- Persaingan usaha Perbankan dewasa ini  semakin ketat dan dinamis. Ini adalah situasi pasar yang dihadapi oleh semua perbankan termasuk BPR Kerta Raharja.  Oleh karena itu, budaya kerja BPR Kerta Raharja selanjutnya harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, sesuai dengan tata kelola perbankan yang sehat, termasuk di dalamnya janji BPR Kerta Raharja akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para nasabah.

Demikian pesan khusus Direktur Utama BPR Kerta Raharja H. Moch. Soleh Pios, terkait peringatan ulang tahun bank BPR Kerta Raharja ke-3 yang digelar dengan sederhana namun khidmat, pada 7 April lalu. Kegiatan dipusatkan di kantor pusat BPR Kerta Raharja, Jl. Soreang 26 Kab. Bandung dengan dihadiri seluruh jajaran direksi, staf dan karyawan dari 15 kantor cabang, perwakilan nasabah serta undangan dari pelbagai kalangan.

Selain mengubah budaya kerja yang semakin baik, menurut Soleh Pios, tata kelola perbankan BPR Kerta Raharja juga harus menjadi lebih profesional, berwawasan maju, mandiri dan berdaya saing, sehingga tangguh dalam menghadapi hambatan-hambatan dan guncangan-guncangan.

Jajaran Komisaris dan Direksi PT. BPR Kerta Raharja.

Diuraikan lebih lanjut, bahwa sebagai lembaga, BPR Kerta Raharja kini telah tumbuh dan terus berkembang dengan lebih baik, meskipun  ada pesaing baru yang masuk dengan permodalan dan teknologi informasi yang lebih bagus serta pengelolaan manajemen yang lebih profesional.

“Terbukti Aset pada awal perubahan status badan hukum tahun 2015 hanya sebesar Rp195 milyar, namun 31 Desember 2017 berkembang menjadi Rp 284,9 milyar. Begitu pun kredit menjadi sebesar Rp  175,2 milyar,Dana Pihak ke III menjadi sebesar Rp  179,9 milyar,  Laba Setelah Pajak mencapai Rp  4,6 milyar. Sedangkan Rasio-Rasio Keuangan Lainnya yaitu CAR, LDR,  Cash Rasio, ROA,  BoPo semuanya masuk kategori sehat,” kata Pios.

Ditegaskan pula, di era persaingan dunia usaha perbankan yang semakin ketat seperti sekarang bank harus dikelola dengan sehat. Artinya, dana masyarakat yang terkumpul di bank harus diimbangi oleh semakin percayanya masyarakat terhadap BPR Kerta Raharja sebagai lembaga,  yaitu dengan melaksanakan tugas sesuai kewajiban pengelolaanya secara profesional, dengan integritas yang tinggi dan kejujuran.

“Apabila bank dalam hal ini BPR Kerta Raharja tidak dikelola dengan benar, maka akan merugikan diri sendiri, masyarakat, bahkan juga lembaga dan melalaikan amanah sebagai pegawai bank,” ujarnya.

Terkait dengan hal di atas, Soleh Pios mencanangkan tahun 2018 ini sebagai tahun peningkatan kualitas. Seperti kualitas perkreditan, kualitas pelayanan, kualitas sumber daya manusia dan lain-lain sehingga BPR dapat lebih maju lagi dalam upayanya turut meningkatkan kesejahteraan. (Lily setiadarma) 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *