Mei 23, 2019

Tiga Nomor untuk Satu Atlet

Bandung | Kontroversinews.-Rapat Kerja Daerah (Rakerda) NPCI Jabar akhirnya memutuskan satu peraturan yang cukup krusial, yakni seorang atlet pun tidak boleh bertanding lebih dari tiga nomor pertandingan. Selain itu juga si atlet tidak boleh mengikuti pertandingan di lebih dari satu cabang olahraga‎ (Cabor) di pentas Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat V tahun 2018. Untuk diketahui, Peparda Jabar V tahun 2018 rencananya akan mempertandingkan lebih dari 600 nomor pertandingan.

“Akhirnya kami memang harus memperketat aturan pertandingan tapi ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk menciptakan prestasi dan atlet lebih profesional di nomor khusus cabor yang digeluti. Selain itu, untuk merangsang munculnya atlet-atlet baru potensial. Jadi selain harus fokus di satu cabor, atlet pun tidak bisa seenaknya mengikuti lebih dari tiga nomor,” kata Sekretaris Umum NPCI Jabar Supriatna Gumilar di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) NPCI Jabar, di Hotel Hemangini, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Rabu (7/2/2018).

Supriatna menuturkan, ketentuan yang ditetapkan pada Rakerda NPCI Jabar tersebut mengacu pada ketentuan olahraga disabilitas yang dikeluarkan NPCI Pusat serta Internasional Paralympic Commite (IPC). Bahkan untuk bisa berlaga di ajang olimpiade khusus disabilitas, IPC pun membatasi dengan ranking.

“Contoh misalnya untuk cabor tenis meja, atlet yang bisa tampil itu harus bisa menempati posisi 10 besar dunia. Termasuk di bulutangkis, kalau tidak masuk dalam jajaran 15 besar dunia maka tidak bisa ikut. Jadi tidak bisa seenaknya dan mengacu pada prestasi. Dengan pembatasan ini, kita berharap kualitas dan kuantitas atlet meningkat. Selain tentu saja Peparda akan lebih berkualitas lagi,” ujar Supriatna.

Menurutnya, kuota atlet dari setiap daerah yang akan tampil pada Peparda V tahun 2018 di Kabupaten Bogor pun dipastikan akan bertambah. Pasalnya, setiap daerah dipastikan akan mencari atlet disabilitas lain untuk mengisi kekosongan atlet mereka di beberapa nomor tertentu dan cabor.

“Kalau sebelumnya kan tidak ada aturan terkait pembatasan nomor dan cabor. Selama atlet tersebut mampu, diperbolehkan. Bahkan ada atlet yang ikut di beberapa cabor dan mengikuti lebih dari lima nomor pertandingan. Mungkin hal itu yang membuat pertandingan Peparda seperti asal jadi. Tentu kami tak ingin hal tersebut terulang kembali di gelaran Peparda tahun ini,” ujar Supriatna. (Deden .GP)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *